Metro, Suara.com- KBRI Doha menggelar Sekolah Kebangsaan yang berlangsung sejak 10 -28 Oktober 2022.
Ali Murtado, Ketua Penyelenggara dan Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Doha mengtaakan bahwa Sekolah Kebangsaan digelar KBRI Doha untuk pertama kalinya ini bekerjasama dengan Kemenko Polhukam, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, Persatuan Pelajar Indonesia di Qatar (PPIQ), AnakQatar dan Persatuan Masyarakat Indonesia di Qatar.
"Kegiatan yang mengangkat tema 'merawat nasionalisme dalam tamansari internasionalisme' tersebut diikuti oleh sekitar 40 remaja diaspora Indonesia di Qatar,"jelasnya.
Menurutnya tema ini diangkat untuk memberi kesadaran bahwa nasionalisme yang hendak kita tuju adalah nasionalisme yang menghargai nasionalisme bangsa lain.
"Nasionalisme kita harus tumbuh dan berkembang dalam tamansari internasionalisme" kata Ali Murtado
Sementara itu Dubes RI untuk Negara Qatar, Ridwan Hassan kembali menekankan pentingnya kesadaran berbangsa dan bernegara di kalangan diaspora muda Indonesia di Qatar. "
"Anak-anak diaspora indonesia di Qatar, besar dan tumbuh dalam keadaan 'setengah' asing. Sebagian besar dari mereka bahkan hanya mampu berbahasa Indonesia secara pasif. "Itu juga alasannya, Sekolah Kebangsaan tahun ini masih diselenggarakan dalam bahasa Inggris" ungkap Hassan.
Putri Handayani, salah satu pembicara dan seorang pendaki gunung (mountaineer) yang saat ini bermukim di Qatar mengatakan bahwa kegiatan ini sangat luar biasa karena menghadirkan Indonesia dalam berbagai sisi.
"Bahwa mencintai Indonesia tidak perlu dibatasi oleh siapa kita dan dimana kita berada" ujar Putri.
Baca Juga: Lewat Indonesia Centre, KBRI Seoul Dorong Percepat Pemahaman Budaya Indonesia
Selain Putri, Sekolah Kebangsaan juga menghadirkan Izza Alyssa, remaja Indonesia yang pernah meraih beasiswa bergengsi di Qatar, Sheikha Moza Scholarships. Hadir pula Dr. Anto Mohsin, pengajar di Northwestern University of Qatar.