Wujudkan Visi Berbudaya, Siapkah Metro Bergabung dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia?

Metro | Suara.com

Jum'at, 04 November 2022 | 09:15 WIB
Wujudkan Visi Berbudaya, Siapkah Metro Bergabung dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia?
Pendopo Asisten Wedana Kota Metro (KITLV)

Metro, Suara.com- Kota Palembang saat ini tengah menggelar Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia IX yang digelar pada 2-5 November 2022. Rakernas yang digelar di Kawasan Benteng Kuto Besak ini dihadiri oleh 73 Kabupaten/Kota anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia.

Walikota Palembang Harnojoyo yang baru saja terpilih sebagai Ketua Presidium Jaringan Kota Pusaka Indonesia menggantikan Walikota Bogor Bima Arya mengatakan bahwa Rakernas JKPI IX di Palembang ini dimeriahkan dengan berbagai gelaran.

“Mulai dari seminar nasional, bazaar umkm, karnaval budaya, pertunjukan seni, hingga permainan tradisional,diperkirakan 10.000 orang terlibat dalam gelaran Rakernas JKPI di Palembang ini,”ujarnya seperti dikutip dari Antara Sumsel, (1/11/2022).

Harnojoyo sendiri akan menjabat sebagai Ketua Presidium Jaringan Kota Pusaka Indonesia hingga Rakernas X JKPI yang digelar di Semarang pada tahun 2023. Jabatan Ketua Presidium JKPI sendiri secara otomatis akan bergilir kepada siapa yang menjadi tuan rumah dalam Rakernas JKPI.

Jaringan Kota Pusaka Indonesia sendiri adalah jaringan antarkota di Indonesia yang  didirikan dengan tujuan menjaga kelestarian benda cagar budaya dan  peninggalan sejarah di Indonesia. JKPI sendiri dibentuk di Kota Solo pada tahun 2008 oleh 12 Kota deklarator yakni Surakarta, Yogyakarta, Denpasar, Pekalongan, Ternate, Pangkal Pinang,Ambon,  Surabaya, Medan, Pontianak, Sawahlunto. Presiden Joko Widodo sendiri tercatat menjadi salah satu pemrakarasa JKPI saat menjabat sebagai Walikota Solo.

Pada tahun 2012  Kementerian PUPR sendiri telah mencanangkan Program Pelestarian dan Pengelolaan Kota Pusaka (P3KP) agar kota-kota di Indonesia bergerak merancang pembangunan kota pusaka berkelanjutan. Lewat Direktorat Jenderal Cipta Karya Direktorat Bina Penataan Bangunan selain memberikan pendampingan dan fasilitasi dalam bentuk dana stimulan penataan kawasan pusaka, juga melakukan pendampingan penguatan kelembagaan terhadap para pihak terkait, khususnya kepada Tim Kota Pusaka Daerah (TKPD).  Pada tahun 2018 tercatat sebanyak 54 Kabupaten/Kota telah menyusun Rencana Aksi Kota Pusaka (RAKP) sekaligus menandatangani Piagam Komitmen Pelestarian Kota Pusaka.

TACB Metro

Alun-alun Metro [KITLV]
Alun-alun Metro (sumber: KITLV)

Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Metro Heri S Widarto mengatakan keberadaan aset bangunan-bangunan bersejarah yang hingga saat ini masih terpelihara sesungguhnya  menjadi penanda identitas dan karakter bagi Kota Metro yang bila dikelola serius akan menjadi daya tarik tersendiri bagi orang untuk berkunjung ke Metro.

“Terlebih saat ini Kota Metro juga telah memiliki Perda terkait Cagar Budaya pertama di Lampung, memiliki Tim Ahli Cagar Budaya memiliki potensi pengembangan kawasan cagar budaya serta yang tidak kalah penting juga adalah visi Kota Berbudaya yang didalam kegiatan-kegiatan turunannya konon berniat membangun wisata terintegrasi,”jelasnya, Kamis (3/11/2022).

Heri menjelaskan bahwa hampir seluruh cagar budaya yang telah ditetapkan di Kota Metro letaknya berdekatan. Mulai dari Mesjid Taqwa, Taman Merdeka, Sumur Putri, RS Santa Maria, Dokterswoning, dan sebagian gedung RSU A Yani semua lokasinya saling berdekatan. Hal tersebut menurutnya dapat dikembangkan sebagai potensi wisata tersendiri dikarenakan Metro tak memiliki destinasi wisata alam. 

Sejarawan UM Metro Kian Amboro dalam publikasinya  berjudul Analisis Signifikansi Taman Merdeka Kota Metro sebagai Objek Struktur Cagar Budaya yang terbit di Jurnal Warisan Volume 2 Desember 2021 menuliskan bahwa Kota Metro adalah salah satu kota bersejarah di Lampung. Kota Metro lahir sebagai implikasi dari pelaksanaan salah satu kebijakan Politik Etis. Sejak awal terbentuknya, Metro memang dirancang sebagai gemeente (kotamadya) di bawah Afdeeling Sukadana

“Uniknya, meskipun Kota Metro lahir sebagai bagian dari rencana pemerintah Hindia Belanda yang menjadikannya sebagai pusat ibukota kolonisasi, kota ini tidak sepenuhnya bercorak kolonial, melainkan dirancang menjadi kota hibrid. Pola tata ruang pusat kota mengadopsi pola tata ruang menurut kosmologi Jawa yang menyeimbangkan empat unsur utama atau catur gatra tunggal atau catur sagotrah. Keempat unsur itu meliputi politik, ekonomi, religius, dan masyarakat, tercermin dari keberadaan kantor/bangunan pusat pemerintahan, pasar, masjid, dan alun-alun,”tulis Kian.

Selain itu Kian juga menjelaskan bahwa keempat unsur utama simbol keseimbangan ini juga dapat ditemukan juga dalam pola tata ruang di Kota Metro. Unsur politik termanifestasi dari keberadaan Pendopo Asisten Wedana Metro (Jawa) dan kediaman Kontrolir (Pemerintah Hindia Belanda), unsur ekonomi tercermin dari keberadaan lokasi “Pasar Baroe Metro” yang kini menjadi pusat perbelanjaan Shopping Centre, unsur religius hadir dengan keberadaan Masjid Taqwa, dan juga keberadaan alun-alun kota yang berada di tengah-tengah ketiga unsur lainnya 

“Keberadaan alun-alun Kota Metro sendiri menjadi daya tarik tersendiri karena masih menjalankan fungsinya sebagai ruang publik dan menjadi tempat berbagai aktivitas masyarakat hingga saat ini,”tulisnya.

Terpisah  Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Metro Syachri Ramadhan mengatakan bahwa Metro sebenarnya memiliki potensi penataan kawasan Kota Pusaka.

Menurutnya tujuan penataan kawasan dan kegiatan pelestarian ini sendiri sebenarnya bertujuan untuk mewujudkan ruang kota yang aman, nyaman, produktif, berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sambut HUT Kota Metro, Sejumlah Penulis dan Walikota Ikut Sumbang Tulisan

Sambut HUT Kota Metro, Sejumlah Penulis dan Walikota Ikut Sumbang Tulisan

| Minggu, 22 Mei 2022 | 11:08 WIB

Terkini

7 Sepatu Lari Tanpa Tali yang Praktis untuk Lari Sore, Tinggal Pakai Langsung Jalan

7 Sepatu Lari Tanpa Tali yang Praktis untuk Lari Sore, Tinggal Pakai Langsung Jalan

Jakarta | Minggu, 19 April 2026 | 23:23 WIB

Kades Salah Administrasi Tak Bisa Jadi Tersangka? Simak Aturan Baru dari Jaksa Agung Burhanuddin

Kades Salah Administrasi Tak Bisa Jadi Tersangka? Simak Aturan Baru dari Jaksa Agung Burhanuddin

News | Minggu, 19 April 2026 | 23:08 WIB

Siapa HR dan FU? Dua Pelaku Penikaman Nus Kei, Dendam Lama 2020 Diduga Jadi Pemicu

Siapa HR dan FU? Dua Pelaku Penikaman Nus Kei, Dendam Lama 2020 Diduga Jadi Pemicu

Sulsel | Minggu, 19 April 2026 | 23:06 WIB

Kronologi Berdarah Kematian Nus Kei, Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam

Kronologi Berdarah Kematian Nus Kei, Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam

Sumut | Minggu, 19 April 2026 | 22:58 WIB

Ingat Crazy Rich Tulung Selapan? Harta Haji Sutar Terancam Disita, Daftar Asetnya Bikin Kaget

Ingat Crazy Rich Tulung Selapan? Harta Haji Sutar Terancam Disita, Daftar Asetnya Bikin Kaget

Sumsel | Minggu, 19 April 2026 | 22:40 WIB

Usai Penikaman Nus Kei, Mengapa Nama John Kei Ikut Ramai Dibicarakan?

Usai Penikaman Nus Kei, Mengapa Nama John Kei Ikut Ramai Dibicarakan?

Sulsel | Minggu, 19 April 2026 | 22:15 WIB

Mengenang 7 Film Terbaik Nayato Fio Nuala yang Wajib Ditonton Ulang

Mengenang 7 Film Terbaik Nayato Fio Nuala yang Wajib Ditonton Ulang

Entertainment | Minggu, 19 April 2026 | 22:00 WIB

5 Bedak Tabur dengan Hasil Matte Terbaik, Wajah Bebas Kilap Seharian

5 Bedak Tabur dengan Hasil Matte Terbaik, Wajah Bebas Kilap Seharian

Lifestyle | Minggu, 19 April 2026 | 21:55 WIB

7 Cushion dengan Oksidasi Rendah Hasil Satin Glowing, Wajah Fresh Seharian!

7 Cushion dengan Oksidasi Rendah Hasil Satin Glowing, Wajah Fresh Seharian!

Lifestyle | Minggu, 19 April 2026 | 21:36 WIB

Profil Nus Kei: Ketua Golkar Maluku Tenggara yang Tewas Diserang di Bandara, Ini Sosoknya

Profil Nus Kei: Ketua Golkar Maluku Tenggara yang Tewas Diserang di Bandara, Ini Sosoknya

Sulsel | Minggu, 19 April 2026 | 21:36 WIB