Pantas Kerap Serang Anies, Fahri Hamzah cs Ternyata Ingin Nyapres? Diskakmat Refly Harun: PD Boleh, tapi...

Metro

Rabu, 18 Januari 2023 | 14:26 WIB
Pantas Kerap Serang Anies, Fahri Hamzah cs Ternyata Ingin Nyapres? Diskakmat Refly Harun: PD Boleh, tapi...
Kolase foto Fahri Hamzah dan Refly Harun. ((Suara.com/Ria Rizki/Yaumal))

Nama Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah, sedang banyak disorot publik lantaran dianggap terlalu sering menyerang Bakal Calon Presiden 2024 Partai NasDem, Anies Baswedan.

Belum tuntas huru-hara tersebut, belakangan publik kian digegerkan karena Partai Gelora yang disebut siap mengusung pimpinan mereka di Pemilihan Presiden 2024, yakni Anis Matta dan Fahri.

Hal ini yang kemudian disoroti oleh pengamat politik Refly Harun. Lewat kanal YouTube-nya, Refly menilai tidak ada yang salah dengan wacana pencapresan Anis dan Fahri lantaran menunjukkan kepercayaan diri mereka sebagai partai politik.

Meski begitu, Refly mengingatkan Partai Gelora untuk tetap sadar diri. "Boleh saja percaya diri, tapi 'ukur baju' juga," kata Refly, dikutip pada Rabu (18/1/2023).

Pakar hukum tata negara itu kemudian menyoroti beberapa hal yang dapat menghalangi wacana pencapresan kedua mantan pentolan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Pertama karena Partai Gelora adalah partai baru yang tidak memiliki kursi di parlemen. Walaupun Partai Gelora mencoba mengakali dengan melakukan paket kadernya ke partai parlemen dan nonparlemen, Refly menilai perjalanannya akan tetap terjal.

"Mereka yang sudah paham konstelasi politik hari ini, partai-partai baru seperti Gelora tidak punya bargaining position karena mereka tidak punya kursi dan suara," terang Refly.

"Kalau kita mengikuti fenomena politik hari ini ya kita ngakak saja. Saya membayangkan gimana caranya meyakinkan partai lain bahwa ada peluang ada Anis Matta dan Fahri Hamzah. Partai parlemen saja tidak ada menggelontorkan dua nama untuk diajukan ke partai lain," sambung Refly.

Kendati demikian, lagi-lagi Refly mengapresiasi keberanian dan kepercayaan diri Partai Gelora. Menurutnya langkah Partai Gelora adalah wujud kritik pada sistem presidential threshold 20 persen.

Namun Refly kembali menyarankan untuk Partai Gelora harus tetap sadar diri, sebab walau punya kendaraan, nama seperti Anis Matta dan Fahri Hamzah tidak populer dengan sosok lain seperti Anies Baswedan.

"Kita harus hargai kepedean dan keberanian Gelora untuk mengatakan bahwa mereka punya kader yang mau ditawarkan bahkan satu paket," tutur Refly.

"Ini statement untuk calon pemilih, tapi untuk ke elite-elite politik ya mereka sudah paham lah, menyodorkan Fahri Hamzah dan Anis Matta paling akan diketawain," tandasnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengamat Sebut Luhut Selalu Terlibat Sirkulasi Elite, Buntut Pertemuan dengan Surya Paloh di London

Pengamat Sebut Luhut Selalu Terlibat Sirkulasi Elite, Buntut Pertemuan dengan Surya Paloh di London

| Rabu, 18 Januari 2023 | 14:01 WIB

Sandiaga Uno Berpeluang Diusung KIB Jadi Cawapres, Pengamat: Jika Direstui Pak Prabowo

Sandiaga Uno Berpeluang Diusung KIB Jadi Cawapres, Pengamat: Jika Direstui Pak Prabowo

News | Rabu, 18 Januari 2023 | 13:57 WIB

Bentuk Ganjarian Spartan, Guntor Romli, Ade Armando hingga Eko Kuntadhi Dukung Ganjar Capres: Kami Pilih Penerus Jokowi

Bentuk Ganjarian Spartan, Guntor Romli, Ade Armando hingga Eko Kuntadhi Dukung Ganjar Capres: Kami Pilih Penerus Jokowi

News | Rabu, 18 Januari 2023 | 13:38 WIB

Anies disebut Dekati Oxford Duluan Sebelum Dijadikan Dewan Penasihat Kajian, Ade Armando: Itu Udah Khasnya..

Anies disebut Dekati Oxford Duluan Sebelum Dijadikan Dewan Penasihat Kajian, Ade Armando: Itu Udah Khasnya..

| Rabu, 18 Januari 2023 | 13:05 WIB

'Sebaiknya Bukan dari Partai' Ini Sosok yang Dinilai Ideal Jadi Cawapres Anies Baswedan

'Sebaiknya Bukan dari Partai' Ini Sosok yang Dinilai Ideal Jadi Cawapres Anies Baswedan

News | Rabu, 18 Januari 2023 | 12:34 WIB

CEK FAKTA: KPK Geledah Rumah Anies Baswedan Terkait Dugaan Korupsi Bansos, Benarkah?

CEK FAKTA: KPK Geledah Rumah Anies Baswedan Terkait Dugaan Korupsi Bansos, Benarkah?

| Rabu, 18 Januari 2023 | 09:23 WIB

Terkini

QLola by BRI Dukung Payroll Perusahaan Lebih Cepat dan Minim Human Error

QLola by BRI Dukung Payroll Perusahaan Lebih Cepat dan Minim Human Error

Bali | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:07 WIB

Sahroni Geram WNA Brunei Bikin Onar di Blok M: Segerakan Deportasi dan Blacklist

Sahroni Geram WNA Brunei Bikin Onar di Blok M: Segerakan Deportasi dan Blacklist

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:06 WIB

Jangan Berakhir di Tempat Sampah! Simak Ide Kreatif Ubah Kemasan Belanja Online Jadi Cuan

Jangan Berakhir di Tempat Sampah! Simak Ide Kreatif Ubah Kemasan Belanja Online Jadi Cuan

Your Say | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:05 WIB

Pep Guardiola: Liverpool Era Jurgen Klopp Adalah Mimpi Buruk

Pep Guardiola: Liverpool Era Jurgen Klopp Adalah Mimpi Buruk

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:05 WIB

Solusi Payroll Terintegrasi Dari QLola by BRI Untuk Bisnis Modern

Solusi Payroll Terintegrasi Dari QLola by BRI Untuk Bisnis Modern

Malang | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:02 WIB

KPK Disebut Tak Lagi 'Sakti' Sejak Jadi ASN, Independensinya Hilang

KPK Disebut Tak Lagi 'Sakti' Sejak Jadi ASN, Independensinya Hilang

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:00 WIB

Yang Bertahan dan Binasa Perlahan: 19 Cerita Getir tentang Wajah Indonesia

Yang Bertahan dan Binasa Perlahan: 19 Cerita Getir tentang Wajah Indonesia

Your Say | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:00 WIB

Misteri Kematian Sekeluarga di Tenda Temanggung, Diduga Keracunan Makanan

Misteri Kematian Sekeluarga di Tenda Temanggung, Diduga Keracunan Makanan

Video | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:00 WIB

Suasana Mina Dipenuhi Jamaah Haji Seusai Lempar Jumrah

Suasana Mina Dipenuhi Jamaah Haji Seusai Lempar Jumrah

Foto | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:00 WIB

10 Jurusan dengan UKT Termahal di Unsri 2026, Fakultas Kedokteran Berapa?

10 Jurusan dengan UKT Termahal di Unsri 2026, Fakultas Kedokteran Berapa?

Sumsel | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:57 WIB