Aksi Penyamaran Sukses Bobol Rekening, Mengapa BCA Tidak Bisa Ganti Rugi Nasabah yang Disebut Lalai?

Metro Suara.Com
Rabu, 25 Januari 2023 | 07:07 WIB
Aksi Penyamaran Sukses Bobol Rekening, Mengapa BCA Tidak Bisa Ganti Rugi Nasabah yang Disebut Lalai?
Ilustrasi penyamaran (Pixabay/LeandroDeCarvalho)

Seorang lelaki bernama Setu yang berprofesi sebagai tukang becak di Surabaya berhasil mengelabui teller sebuah bank swasta dan menggondol uang milik seorang nasabah bank bernama Muin Zachry hingga mencapai ratusan juta rupiah.

Bukan dari cuplikan film, sosok ini bermodal peci, pakaian, dan memanipulasi tanda tangan pemilik rekening di bank yang berlokasi di kawasan di Indrapura, Surabaya pada Jumat 5 Agustus 2022 siang sekitar pukul 12.00 WIB.

Dikutip dari Suara.com, pihak Bank Central Asia (BCA) menyatakan tidak bisa mengganti kerugian yang dialami Muin Zachry selaku salah satu nasabah banknya.

Sang nasabah adalah korban pembobolan rekening yang dilakukan Setu si tukang becak dan Mohamad Thoha, lelaki yang kos di rumah korban.

Saat Muin Zachry datang ke bank di cabang Indrapura di mana rekeningnya dikuras Setu dan Mohamad Thoha untuk meminta ganti rugi, ia mendapat penjelasan bahwa pencairan itu sudah sesuai prosedur yang berlaku. Yaitu  membawa kartu ATM, buku rekening, pin, serta KTP dan tanda tangan yang mirip pemilik asli. Oleh karenanya, uang yang sudah ditarik tidak bisa dikembalikan.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja menyatakan bahwa kasus ini adalah pencurian data karena kelalaian dari pihak nasabah sendiri, bukan pegawai.

"Ini kasus pencurian data nasabah, karena nasabah lalai. Kejadian ini satu berbanding 10 juta, dan pelaku sudah ditangkap," jelas Jahja Setiaatmadja melalui keterangan tertulis.

Muin Zachry yang diwakili sang anak, Dewi Mahdalia sebagai penasihat hukum akan melayangkan gugatan perdata terhadap BCA. Ia juga akan melaporkan teller BCA karena bertanggungjawab atas penarikan.

"Kami akan somasi. Jika tidak direspons, kami siapkan gugatan perdata dan laporan pidana untuk teller BCA yang memproses penarikan uang," jelas Dewi Mahdalia.

Ia menganggap pihak bank tidak teliti dan kurang cermat. Menurutnya, sistem keamanan dan validitas bank BCA pun tak terjamin karena dengan mudah bisa dibobol.

"Kasirnya (teller), mengapa tidak dikroscek KTP dengan wajah? Mengapa tidak ditelepon? Malah bilang itu nasabahnya," lanjut Dewi Mahdalia.

"Masa bank internasional sekelas BCA keamanannya kurang terjamin? Bayangkan, bisa dibobol sekelas tukang becak. Padahal orang bank kan sarjana-sarjana," imbuhnya.

Saat ini Dewi Mahdalia masih fokus dengan perkara pidana dua tersangka pembobol rekening ayahnya. Yaitu Setu yang menyamar sebagai Muin Zachry dan Mohamad Thoha.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI