Beberapa waktu belakangan, media sosial digegerkan dengan video bayi yang diberikan kopi susu saset oleh ibunya. Bahkan sang ibu malah baik-baik saja ketika anaknya sampai buang air besar (BAB) beberapa kali dalam sehari karena konsumsi kopi susu saset.
Hebohnya video ini rupanya turut ditanggapi oleh Presiden Joko Widodo. Disampaikan di acara BKKBN, Jokowi menyoroti kabar bayi yang diberi kopi susu saset tersebut serta bagaimana sikap polisi yang langsung turun tangan.
"Saya lihat kemarin yang ramai, bayi baru 7 bulan diberi kopi susu saset oleh ibunya," ungkap Jokowi, seperti dikutip pada Kamis (26/1/2023). Tampak sejumlah pejabat seperti Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy turut hadir di sana.
"Karena yang ada di bayangan di sini (kepala) adalah susu. Anaknya mau diberi susu. Hati-hati mengenai ini," ujar Jokowi.
"Karena itu, sekali lagi, yang namanya penyuluhan, penyuluhan, penyuluhan, ini penting. Karena memang kata ibunya ini bermanfaat, kopi susu saset ini karena ada susunya," sambungnya.
Pasalnya, ditegaskan Jokowi, organ tubuh bayi belum sekuat orang dewasa sehingga konsumsi kopi susu saset tentu dapat membawa dampak buruk.
"Sehingga yang saya baca, polisi menemui orang tua bayi. Tapi yang seharusnya yang bener mestinya kader posyandu," kata Jokowi.
Potongan pidato ini yang kemudian viral di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @undercover.id. Bukan karena isi pidatonya, melainkan karena sikap para hadirin yang tertawa terbahak-bahak setelah Jokowi menyampaikan keluhannya.
Seperti dilihat di kolom komentar, beberapa warganet menyayangkan para hadirin yang justru tertawa dengan isi pidato Jokowi. Sementara beberapa warganet lain menilai video tersebut sebatas keinginan sang ibu agar anaknya viral.
Baca Juga: Viral Kue Harganya Lebih Mahal dari UMP DIY, Publik: Habis BAB Keluar Struk Gaji Buruh
"Kenapa responnya ketawa. Meski bukan bidangnya para pejabat yang tertawa itu, tapi apa iya ucapan khawatir yang serius dari seorang Presiden, harus direspon dengan tertawa??? Halooo para orang pintar yang tertawa," kritik warganet.
"Di depan presiden aja berani ketawa-ketawa seperti itu, apalagi di depan rakyat," sindir warganet.
"Seenggaknya kalopun posyandu dll ga kasih penyuluhan, si ibunya juga gimana ya duh... punya smartphone tapi ga dipake buat cari informasi," tulis warganet lain.
"Ini lebih ke ibunya mau viral.. Jadi bukan karena ibunya kurang edukasi.. Kalau dia datang ke Posyandu. Pasti ada edukasi dari kader dan Nakes yang ada diposyandu.." timpal yang lainnya.