Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll menganggap wajar bila para pemain muda Persija bermain baik saat memperkuat Timnas U-20.
Diketahui Muhammad Ferrari menjadi pemain terakhir yang dilepas Persija Jakarta ke pemusatan latihan Timnas U-20.
Sehari setelah bergabung dengan Garuda Muda, ia langsung diturunkan di laga vs Selandia Baru U-20 dalam International Friendly Match.
Hebatnya, selain tampil baik di lini pertahanan, Ferarri menjadi pencetak gol satu-satunya bagi Timnas U-20.
"Sudah sewajarnya dia bermain bagus. Saya senang semua pemain muda kami bisa bermain baik. Terlebih mereka semua bermain untuk Timnas," ucap Thomas, dikutip dari laman resmi klub, Selasa (21/2/2023).
![Muhammad Ferrari bek timnas U-20 dan Persija Jakarta. [Antara]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/02/20/1-muhammad-ferrari-bek-timnas-u-20-dan-persija-jakarta.jpg)
Selain itu, pemain yang mendapatkan tempaan di Liga 1 seperti Alfriyanto Nico Saputro, Frengky Deaner Missa, Ginanjar Wahyu Ramadhani, serta Cahya Supriadi tak lepas mendapatkan pujian dari pelatih asal Jerman tersebut.
"Nico, Frengky, Ginanjar, dan Cahya (Supriadi) tampil baik. Walaupun dalam laga kemarin Cahya melakukan kesalahan, tapi menurut saya itu karena dia sudah lama tidak merasakan berkompetisi. Kini dia menjadi kiper utama jadi dia masih membutuhkan menit bermain," tutur Thomas.
Diketahui pelatih berkebangsaan Jerman tersebut sempat bersitegang dengan pelatih Timnas U-20 Shin Tae-Yong.
Thomas Doll berprisnsip bila pemain sebaiknya memiliki lebih banyak menit bermain di kompetisi. Hal ini dinilai dapat mendongkrak kemampuan dan mental pemain.
Baca Juga: Habisi Nyawa Janda, Kakek Sulistyo Ditetapkan Tersangka Pembunuhan Berncana
Sementara Shin Tae-Yong lebih memilih mengumpulkan pemain muda untuk mengikuti program latihan atau TC jangka panjang agar pemain lebih padu.