Jangan percaya atau tidak percaya begitu saja terhadap usaha atau bisnis yang dijalankan sosok tidak selaras keahliannya.
Rafael Alun Trisambodo (RAT), mantan eselon III Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ia menjadi tersangka penerima gratifikasi, dan KPK menyatakan akan mendalami sejumlah artis yang diduga terseret kasus gratifikasi RAT.
Dipantau Metro Suara.com dari kanal YouTube, Profesor Rhenald Kasali, seorang praktisi dan akademisi sekaligus guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) menyodorkan topik tentang money laundry atau tindak pencucian uang.
Dua inisial artis yaitu R and P disebut-sebut terlibat dalam kasus gratifikasi RAT, dan tanpa menyebutkan nama tersangka tahanan KPK, Rhenald Kasali memberikan ciri-ciri untuk mengenali seseorang melakukan tindak pencucian uang.
Dikutip dari kanal YouTube Profesor Rhenald Kasali, ia mengimbau agar generasi muda tekun dalam menjalankan usaha. Termasuk bila berbisnis, sehingga tidak terlibat dalam aksi money laundry.
"Segala sesuatu yang sangat mudah akan membuat kita sangat sulit," tandas Profesor Rhenald Kasali yang sangat mengena dan aplikatif bagi siapa saja dalam mengarungi kehidupan. Termasuk saat menjalankan bisnis.
Berikut 10 ciri-ciri seseorang terlibat dalam kegiatan money laundry atau tindak pencucian uang:
1 Tiba-tiba usaha jadi sangat besar dan membuat kita terkagum-kagum.
2 Easy money atau mudah sekali mendapatkan uang. Beda misalnya dengan pinjam bank, tidak bisa langsung "dijatuhi" uang begitu saja karena mesti membuat proposal ke bank, dipresentasikan, serta diaudit. Sementara pada kasus pelaku money laundry, aset terlihat ada di situ, juga berharta dan glamour.
3 Selalu punya alibi. Bila dihitung-hitung secara logis keuangannya tidak memungkinkan memiliki harta senilai itu. Meski mengaku dari pekerjaan, hasilnya tidak cukup. Contohnya membeli pesawat terbang.
4 Mereka bukan membangun usaha namun "new empire" atau kerajaan baru. Dari satu yang menitipkan uang untuk bisnis itu, lama-kelamaan banyak. Dari berbagai kalangan.
5 Mengaku modalnya dari warisan atau dari bisnis yang sulit dipahami umum. Sulit dianalis wartawan. Seperti trading yang dimengerti sebagai usaha eksport impor, ternyata bukan. Melainkan judi online, algoritma, krypto, dan sebagainya yang tidak mudah dimengerti valuenya seperti apa.
6 Ada sosok tersembunyi di belakang mereka. Rasanya tidak mungkin, bila usaha dilakukan sendiri. Seperti di antara karyawan ada yang bekerja, memiliki mobil lebih mahal di antara pekerja, dan crazy rich sebagai pemilik tidak bisa "menyentuh" mereka. Inilah pemilik uang yang sesungguhnya.
7 Bisnis tumbuh besar namun tidak punya keahlian bisnis. Pasalnya ada orang lain yang jauh lebih pintar dari mereka menjalankannya. Si pemilik tidak tahu strategi bahkan tidak punya planning, financial management, marketing, dan sebagainya. Pokoknya mereka hanya tampil di publik.
8 Dikelilingi media komunikasi, yang membuat situasi agak rancu. Membuat konten, ke mana-mana bawa kamera, merekam, ngomong, dan berani investasi. Bila ada kasus, kanal-kanal yang dipunyai jadi tidak membahas topik itu.
9 Mereka terlihat generous, cash rich, ke mana-mana bagi uang.
10 Tiba-tiba mengalami banyak masalah. Ada pembunuhan, narkoba, sexual harrasment, atau apa saja perbuatan tidak pantas. Pasalnya, ini adalah orang-orang titipan dari orangtua kaya, yang mohon maaf tidak menanamkan values kepada anak-anaknya.