Umat Islam sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan 1444 Hijriah. Sudah terhitung 20 hari muslim di dunia menahan rasa haus, lapar, dan napsunya demi meraih pahala berlipat ganda dari Allah SWT.
Namun, tahukah Anda jika amalan puasa seorang umat Islam bisa berakhir sia-sia. Hal ini karena saat berpuasa, umat muslim melakukan beberapa hal perkara. Misalnya, tak ikhlas mengerjakan puasa, berkata keji, marah, mencela, ghibah, berdusta, berbohong, fitnah, dan maksiat lainnya.
Lantas, bagaimana cara seorang umat Islam bisa menutup ataupun mengganti amalan puasa yang sia-sia tersebut?
Buya Yahya menjelaskan bahwa cara agar kesalahan umat Islam diampuni oleh Allah SWT adalah dengan bertaubat. Muslim harus meninggalkan perbuat dosa yang membuat amalan puasa menjadi sia-sia.
"Jika kita melakukan sebuah kesalahan, maka pertama-tama yang harus kita lakukan taubat dong, merubah. Kita harus meninggalkan amalan yang sia-sia," kata Buya Yahya seperti dikutip melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV pada Selasa (11/4/2023).
Buya Yahya menerangkan bahwa seorang umat Islam harus membenahi perilaku-perilaku yang membuat amalan puasa sia-sia. Caranya dengan memperbanyak zikir, membaca Al-Qur'an, dan amalan baik lainnya.
"Benahi dulu perilaku itu baru nanti sambil kita memperbanyak amalan yang lain, membaca Al-Qur'an, berzikir, dan seterusnya," terang Buya Yahya.
Pendiri Pondok Pesantren Al-Bahjah ini menegaskan bahwa seorang muslim perlu menyadari sifat buruknya dan kemudian menyesali perbuatan tersebut.
"Jadi sadar dulu kalau Anda punya sifat yang tidak baik, perilaku yang tidak baik, dan menyesal istigfar. Maka itu lah yang mengembalikan amal kita," pungkasnya.
Baca Juga: Rumor: Aston Villa Incar Kalvin Phillips, Manchester City Buka Harga Rp 831 Miliar