Kabar terbaru, muncul video Raffi Ahmad dan Atta Halilintar yang dipolisikan karena kasus robot treding ATG Wahyu Kenzo.
Video tersebut diunggah di channel YouTube Taribuns TV berjudul "Raffi Ahmad & Atta Halilintar di Polisikan Kasus Robot Treding ATG Wahyu Kenzo !!!".
Seperti diketahui, Raffi Ahmad dan Atta Halilintar terseret kasus robot tradig wahyu Kenzo yang kini ramai dibincangkan.
Sampul video terdapat foto Aurel Hermasyah dan Nagita Slavina menangis.
Di tengahnya, dua orang dengan tangan diborgol dan mengenakan baju tahanan berwajah Atta Halilintar dan Raffi Ahmad.
Tertulis sebagai narasi adalah "Aurel Histeris Melihat Atta Terseret, Raffi & Atta Halilintar Diringkus Terseret Kasus Robot Treding Wahyu Kenzo".
Hingga kini, Kamis (13/4/2023), video telah ditonton sebanyak lebih dari 700 penayangan.
Namun, benarkah Atta Halilintar dan Raffi Ahmad dipolisikan atas kasus robot treding ATG Wahyu Kenzo?
Setelah menonton video berdurasi 4 menit 13 detik tersebut, klaim tersebut adalah salah.
Tidak ditemukan bukti valid ataupun pernyataan resmi yang menyatakan Atta Halilintar dan Raffi Ahmad dipolisikan karena kasus robot treding ATG Wahyu Kenzo.
Narator memang menyampaikan kronologi dipolisikannya Wahyu Kenzo akibat dugaan kasus robot treding ATG.
Narator membahas jika kuasa hukum para korban menyeret nama beberapa artis yang diduga terlibat dalam kasus pencucian uang dalam robot trading ATG Wahyu Kenzo.
Disebutkan nama Atta Halilintar dan Raffi Ahmad oleh kuasa hukum para korban.
Faktanya, hingga kini tidak ada aksi mempolisikan Atta Halilintar dan Raffi Ahmad atas kasus tersebut.
Kesimpulan:
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Atta Halilintar dan Ferdy Sambo dipolisikan karena kasus robot tredinng ATG Wahyu Kenzo adalah berita bohong atau hoaks.
Pengunggah video sengaja mengedit foto dalam thumbnail dan menulis judul yang dapat menggiring opini publik.
Video tersebut dapat dikategorikan sebagai misleading content karena berisi berita bohong.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].