Modernisasi Pertanian Tak Cukup dengan Alat, Pengetahuan Petani Harus Ditingkatkan

Achmad Fauzi

Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:13 WIB
Modernisasi Pertanian Tak Cukup dengan Alat, Pengetahuan Petani Harus Ditingkatkan
Ilustrasi petani sawit. [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa modernisasi pertanian memerlukan peningkatan kapasitas SDM untuk mencapai swasembada pangan.
  • PT AAPA anak usaha PT Triputra Agro Persada menyelenggarakan Program PERKASA untuk melatih petani sawit tanpa biaya.
  • Pelatihan selama tiga hari tersebut menggunakan metode teori dan praktik untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani sawit.

Suara.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menginginkan modernisasi pertanian harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

Menurut Amran, peningkatan hasil produksi tidak akan berkelanjutan apabila tidak diikuti dengan kesejahteraan petani.

Karena itu, pemerintah terus mempercepat penerapan pertanian modern sebagai salah satu upaya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.

"Kalau petani sejahtera, mereka pasti berlomba-lomba menanam karena usahanya menguntungkan. Sekarang pertanian modern kita percepat. Insyaallah petani semakin sejahtera dan swasembada pangan berkelanjutan bisa kita wujudkan," ujar Amran seperti dikutip, Jumat (7/8/2026).

Ilustrasi sawit. [Suara.com/Dicky Prastya]
Ilustrasi sawit. [Suara.com/Dicky Prastya]

Dalam hal ini, PT Anugerah Agung Prima Abadi (AAPA), anak usaha PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) mulai meningkatkan pengetahuan petani sawit.

Salah satunya lewat Program PERKASA yang berfokus pada peningkatan kapasitas petani, termasuk perempuan petani sawit, melalui pelatihan budidaya kelapa sawit yang baik (Good Agricultural Practices/GAP) agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kesejahteraan keluarga.

Selama tiga hari, peserta mendapatkan pelatihan dengan komposisi 40 persen teori dan 60 persen praktik. Seluruh kegiatan diberikan tanpa dipungut biaya. Para petani juga memperoleh buku standar operasional perusahaan (SOP) yang telah disusun ulang menggunakan bahasa yang lebih mudah dipahami.

Melalui pendekatan tersebut, petani dibekali kemampuan untuk mengelola kebun secara lebih efisien, meningkatkan produktivitas, sekaligus menerapkan prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan.

TAPG Untuk Negeri menilai peningkatan kapasitas petani merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat tidak hanya bagi hasil panen, tetapi juga bagi kesejahteraan keluarga, pembangunan daerah, dan keberlanjutan sektor perkebunan sawit di Indonesia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Infrastruktur Jalan PLTP Mataloko Permudah Mobilitas Petani dan Gerakkan Ekonomi Masyarakat

Infrastruktur Jalan PLTP Mataloko Permudah Mobilitas Petani dan Gerakkan Ekonomi Masyarakat

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:01 WIB

Energi Mikrohidro Bisa Bikin Biaya Pertanian Lebih Efisien, Begini Caranya

Energi Mikrohidro Bisa Bikin Biaya Pertanian Lebih Efisien, Begini Caranya

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:52 WIB

Amran Wajibkan Pabrik Gula Rafinasi Punya Kebun, Pengamat: Sulit Direalisasikan

Amran Wajibkan Pabrik Gula Rafinasi Punya Kebun, Pengamat: Sulit Direalisasikan

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 18:53 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×