Reino Barack dikabarkan bangkrut setelah disebut sebagai dalang dari kasus pencucian uang Rafael Alun.
Informasi tersebut disebarkan oleh kanal YouTube Vemi Liar yang mengunggah video berjudul "BANGKRUT! SYAHRINI NGAMUK PIHAK KPK SITA RUMAH REINO BARACK DI JEPANG, HINGGA UNGKAP KEBOHONGAN?"
Dalam thumbnail video itu terlihat narasi yang berbunyi, "Reino Bangkrut Rumah di Jepang Resmi Disita, Syahrini Tak Terima Rumah Mewahnya Disita KPK".
Tampak potret Syahrini dan Reino Barack yang mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye dengan latar belakang rumah mewah.
Hingga kini, video tersebut telah ditonton sebanyak lebih dari 2.400 penayangan. Namun, benarkah Reino Barack bangkrut dan rumah mewahnya disita oleh KPK?
CEK FAKTA:
Berdasarkan penelusuran metro.suara.com, klaim Reino Barack bangkrut hingga KPK menyita rumah mewah Syahrini adalah tidak benar.
Setelah menonton video berdurasi 3 menit 43 detik tersebut, tidak ada pernyataan resmi ataupun bukti valid yang menyatakan bahwa Reino Barack jatuh bangkrut ataupun rumah mewah Syahrini disita oleh KPK.
Hingga akhir video, narator dalam video tersebut sama sekali tidak penjelasan klaim seperti yang tertera pada judul.
Baca Juga: Duh! Perkara Nyender, Nagita Slavina Jadi Omongan Warganet: Bukan Muhrim!
Narator hanya memberikan informasi terkait penyelidikan KPK terhadap kasus pencucian uang Rafael Alun yang melibatkan sejumlah artis.
Selain itu, foto yang digunakan dalam thumbnail tersebut juga merupakan foto palsu yang telah diedit. Antara judul yang tertera dan isi video pun tidak memiliki keselarasan.
Kesimpulan:
Berdasarkan pemaparan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar Reino Barack bangkrut hingga KPK menyita rumah Syahrini di Jepang merupakan berita palsu atau hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].