Narasinya warga Muhammadiyah mengancam akan membakar kantor BRIN bila penelitinya tidak diproses hukum.
Andi Pangerang Hasanuddin adalah salah satu peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang viral karena memberikan komentar berisi ancaman kepada Muhammadiyah terkait penetapan jatuhnya Lebaran 2023.
Warga Muhammadiyah merayakan Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah pada Jumat (21/4/2023) dan Pemerintah RI menetapkan Sabtu (22/4/2023).
Andi Pangerang Hasanuddin meminta maaf atas pernyataan pengancamannya, dan menjalani sidang kode etik oleh BRIN.
Dikutip dari SuaraDenpasar.com, dalam kanal YouTube akun bernama RUANG INDONESIA mengunggah video berjudul "TEPAT PAGI INI RIBUAN WARGA MUHAMMADIYAH NGAMUK DI KANTOR BRIN" pada 27 April 2023.
Dalam gambar thumbnail terdapat foto puluhan orang mengenakan busana gamis dan atribut Islami berdiri di depan kantor BRIN. Captionnya, "TEPAT PAGI INI...!! UMAT MUHAMMADIYAH NGAMUK ANCAM AKAN BAKAR KANTOR BRIN BILA ANDI TAK DIPROSES."
PENJELASAN
Andi Pangerang Hasanuddin melontarkan ujaran kebencian di kolom komentar Facebook akun Thomas Djamaluddin, seorang peneliti BRIN, dan menyatakan pengancaman pembunuhan terhadap semua umat Muhammadiyah.
Video menarasikan bahwa ribuan umat Muhammadiyah menyerbu kantor BRIN dan mengancam akan membakar kantor bila Andi Pangerang Hasanuddin tidak diproses hukum.
Faktanya, dari penelusuran yang dilakukan SuaraDenpasar.com, dalam video tidak terdapat peristiwa warga Muhammadiyah menyerbu kantor BRIN.
Demikian pula tidak ada pernyataan warga Muhammadiyah yang mengancam akan membakar kantor BRIN.
Video hanya memuat dua orang yang berkomentar tentang pernyataan peneliti BRIN, Andi Pangerang Hasanuddin yang mengancam akan membunuh warga Muhammadiyah karena adanya perbedaan pandangan akan jatuhnya 1 Syawal atau Hari Idul 1444 Hijriah.
KESIMPULAN
Video memiliki konten kategori hoax atau bohong.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].