Peristiwa seorang perempuan yang jatuh di lift Kualanamu hingga ditemukan meninggal berhari-hari berikutnya masih menjadi perhatian publik.
Banyak spekulasi muncul terkait kelalaian hingga cacatnya konsruksi bangunan. Pemberitaan soal perempuan yang jatuh tersebut juga menjadi perhatian media luar negeri.
Salah satunya pada kanal berita BBC yang memberitakan jatuhnya perempuan tersebut. Pada BBC, pemberitaan tentang perempuan yang jatuh di Kualanamu terbit dengan judul ‘Indonesian woman falls to her death down airport lift shaft’.
Pemberitaan BBC menyoroti soal kronologi jatuhnya perempuan bernama Aisiah Sinta Dewi dengan mempertanyakan keamanan bandara berkelas internasional.
Selain BBC kanal berita The Sun juga menerbitkan peristiwa perempuan tersebut dengan judul ‘Horror moment woman plunges to her death down airport lift shaft after forcing open wrong set of doors’.
Ada juga 9News yang menerbitkan berita dengan judul ‘Body of woman who died falling down lift shaft not found for three days’.
Lima Personel Bandara Dinonaktifkan
PT Angkasa Pura Aviasi memutuskan untuk menonaktifkan lima personel Bandara Kualanamu, Medan usai peristiwa jatuhnya seorang perempuan.
"Kami melakukan langkah-langkah di antaranya 5 personel dinonaktifkan yakni 2 pejabat senior manager yang membidangi fungsi operasi dan teknik, serta 3 personel operation security yang membidangi cctv operator, sambil menunggu hasil pemeriksaan kepolisian lebih lanjut," Direktur Utama PT Angkasa Pura Aviasi Achmad Rifai yang dikutip, Rabu (3/5/2023).
Baca Juga: Penyebab Pelaku Penembakan Kantor MUI Meninggal Dunia Usai Ditangkap, Ditembak atau Sakit?
Rifai menambahkan penonaktifkan personel ini menjadi salah satu upaya PT Angkasa Pura Aviasi sebagai bagian dari evaluasi personel dan penyempurnaan prosedur guna memenuhi aspek keselamatan, keamanan dan pelayanan di Bandara Kualanamu.
Sementara, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan kejadian di Bandara Kualanamu menimbulkan kedukaan mendalam.
"Atas nama grup perusahaan Angkasa Pura II, kami memohon maaf kepada keluarga korban dan masyarakat luas atas kejadian ini. Kami berupaya agar Bandara Kualanamu dapat menjadi lebih baik lagi," kata dia.