Sosok Ibu Ida Dayak hingga kini masih menjadi perhatian publik. Kemampuannya dalam menyembuhkan penyakit membuat beberapa masyarakat mempercayai Ida Dayak.
Namun baru-baru ini beredar kabar bahwa Ida Dayak mencekik seorang pasien anak kecil hingga meninggal dunia. Insiden tersebut membuat warga Surabaya mendemo Ida Dayak.
Informasi itu disebarkan oleh kanal YouTube YUK GHIBAH yang mengunggah video berjudul "IDA DAYAK CEKIK ANAK KECIL HINGGA TEWAS | WARGA SURABAYA SEMUA IKUT DEMO | IDA DAYAK VIRAL".
Dalam thumbnail video terdapat keterangan yang menyebutkan jika Ida Dayak salah doa dan mencekik pasien hingga meninggal dunia.
Tampak foto Ida Dayak sedang memegang area leher seorang anak perempuan seolah tengah mencekiknya. Pada latar belakang terlihat sejumlah orang berkerumun.
Hingga kini, video tersebut telah ditonton sebanyak lebih dari 420 penayangan. Namun, apakah benar Ida Dayak cekik anak kecil hingga tewas?
CEK FAKTA:
Video yang mengklaim bahwa Ida Dayak mencekik pasien anak kecil hingga tewas merupakan informasi salah.
Setelah menonton video berdurasi 10 menit 28 detik tersebut, tidak ditemukan bukti valid ataupun pernyataan resmi yang menyatakan bahwa Ibu Ida Dayak mencekik anak kecil hingga meninggal dunia.
Narator dalam video tersebut hanya memberikan informasi seputar aksi Ida Dayak saat menyembuhkan patah tulang serta awal mula bagaimana Ida Dayak dikenal luas melalui akun TikTok.
Namun hingga akhir video, narator tidak menjelaskan terkait klaim Ibu Ida Dayak mencekik anak kecil hingga tewas, sebagaimana yang tertera pada judul unggahan tersebut.
Tak hanya itu, foto yang ditampilkan pada thumbnail pun hasil editan. Isi video terbukti tidak selaras dengan judul video.
Kesimpulan:
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar Ida Dayak mencekik anak kecil hingga tewas karena salah doa dan membuatnya didemo warga Surabaya merupakan berita palsu atau hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].