Ayah David Ozora, Jonathan Latumahina, menyebut ada mafia di kasus penganiayaan Mario Dandy terhadap anaknya.
"Ada tiga orang, saya kira polisi datang di rumah sakit Medika Permata Hijau, deketin saya," ujarnya dala wawancara eksklusif bersama Aiman Witjaksono di channel YouTubenya, dikutip Minggu (11/6/2023).
Dia menyebut jika ketiga orang itu adalah dari pihak pelaku.
"Saya teriaki mereka, kamu siapa?Kamu angkatan ya? Siapa bos mu? Saya tanya itu. Saksinya banyak,"ucapnya.
Menurut Jonathan Latumahina, ketiga orang itu menjelaskan mereka bukan dari mana-mana dan hanya mewakili keluarga.
Dia pun langsung menjelaskan kepada ketiga orang itu, siapa dirinya.
Meskipun tidak membawa senjata, ketiga orang pria berbadan tegap itu datang malam hari.
"Seharian 24 jam dia, mereka cabut tanggal 21 udah nggak kelihatan, ada dua mobil. Anak saya ditungguin terus," katanya.
Jonathan Latumahina mengaku diajak bertemu sampai dua kali dan diminta kasus itu diputahkan dan tidak membawa ke ranah hukum peristiwa tersebut.
"'Berapapun biaya kita yang tanggung, kalau perlu kita ke ruumah sakit terbaik'. Saya langsung mikir, depan saya ada penyidik dan respons dari penyidik, biasa saja," ungkapnya.
Tidak sampai di situ, pada 21 Februari lalu, Jonathan Latumahina mendapat foto viral Rubicon dengan latar Polsek Pesanggrhan.
"'Bang mobilnya ada di sini', saya dapat laporan dan meminta teman-teman tetap berjaga. Karena ini kayaknya bukan orang biasa-biasa saja, meski saya nggak tahu (Mario Dandy anak siapa)," terangnya.
Tapi, dari kesaksian para Banser yang ada di Polsek Pesanggrahan, mobil Rubicon itu 'hilang'.
Pihaknya langsung bertanya kepada aparat polisi.
"Dijawab polisi, mobilnya dipakai untuk menjemput saksi. Saya mikirnya 'wah ini mafia ini'," ucapnya.
"Bagaimana bisa mobil yang ditahan karena bagian dari barang bukti, keluyuran dipakan untuk jemput saksi," ungkapnya keheranan.
Tidak sampai di situ, pihak ayah David Ozora itu makin keheranan setelah mengetahui bahwa malamnya, mobil tersebut kembali dengan AG yang mengendarinya.
"AG 15 tahun, punya SIM nggak ya kira-kira?" tuturnya.
Bahkan, dari penelusurannya, mobil Rubicon itu pelat mobilnya telaha diganti.
"Sebelumnya B 120 DEN malamnya menjadi B 2571 PBP dan jawaban polisi nggak ada penggantian, dan mobilnya tetap ada kok," beber Jonathan Latumahina.
Menurutnya, tidak semua orang berani melakukan semua hal yang dilakukan pihak Mario Dandy.
"Yang berani kayak gitu orang-orang yang punya privillege khusus," pungkasnya.