Bangsa apa kita, ketika gagal marah-marah, menang berjibaku saling menyalahkan? --Erick Thohir.
"Saya mohon rekan-rekan media membantu mengakhiri polemik yang tidak penting. Kita ingin perbaiki ini sama-sama agar sukses Piala Dunia U-17 2023. Ada yang bilang juga U-20 dan U-17 berbeda, ya tapi tetap saja kejuaraan dunia," demikian seruan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) Erick Thohir.
Mantan presiden klub bola Inter Milan, Italia sampai 2016 itu terganggu dengan segala hoaks yang menyatakan bahwa biaya renovasi Jakarta International Stadium atau JIS mencapai Rp 5 triliun.
"Memang kita mau gagal lagi? Masa sudah diberi kesempatan digagalkan lagi oleh diri sendiri. Bangsa apa kita, ketika gagal marah-marah, menang berjibaku saling menyalahkan," tegasnya.
"Saya harap ini perdebatan yang tidak bermanfaat. Kami di sini, PSSI, jamin kita ingin perbaikan sepak bola tidak dalam konteks politik. Ini benar niat baik sama-sama: perbaiki," kata Erick Thohir lagi.
Dikutip dari kanal Bola Suara.com, ia menyatakan terganggu dengan kabar hoaks renovasi JIS yang mencapai Rp 5 triliun itu. Berita ini adalah pembohongan luar biasa.
JIS kekinian memang viral diperbincangkan karena direncanakan akan menjadi salah satu tempat laga Piala Dunia U-17 2023.
Agar bisa digunakan, dibutuhkan langkah-langkah renovasi. Ada beberapa fasilitas yang harus ditingkatkan, agar JIS layak menggelar turnamen FIFA. Dari rencana renovasi inilah muncul isu dibutuhkan biaya mencapai Rp 5 triliun.
"Standar FIFA bukan standar PSSI. Saya tambahkan karena kemarin juga banyak komentar. Kita lihat banyak juga isu di sosmed yang sangat tidak benar. Kalau media kan ada check and balance. Saya sangat terganggu ketika stadion JIS renovasi dengan angka 4,5 triliun. Mau direnovasi 5 triliun. Ini pembohongan publik yang luar biasa," tandas Erick Thohir di Jakarta, Jumat (7/7/2023).
Ia melanjutkan bahwa sama sekali tidak ada niatan politik dalam urusan renovasi JIS. Ia menyebut apa yang dilakukan PSSI bersama pemerintah pusat dan daerah agar JIS sesuai standar FIFA.
"Pak Anies (Baswedan) sendiri sudah bicara, "Stadion JIS milik Indonesia, milik bangsa kita dan terbuka untuk diperbaiki". Nah, sama. Kita ini datang ke sana, bukan mempolitisasi aset yang ingin diperbaiki. Itu bukan hanya JIS, ada 22 stadion yang akan diperbaiki. Kalau dibilang anggarannya JIS saja Rp 5 triliun salah, 22 stadion itu anggarannya 1,9 triliun," pungkasnya.