Dalam film ini, perkataan yang diungkapkan Oppenheimer merefleksikan bahwa sebuah temuan bisa menjadi senjata pemusnah.
Film Oppenheimer yang disutradarai Christopher Nolan, serta dibintangi Cillian Murphy (sebagai J. Robert Oppenheimer), Emily Blunt (Kitty Oppenheimer), Robert Downey Jr (Lewis Strauss), dan Florence Pugh (Jean Tatlock) memberikan sudut pandang luas. Tentang peperangan, benda penghancur dunia, sampai ledakan nuklir yang mengubah sejarah manusia, dan rasa kemanusiaan itu sendiri.
Dalam situasi Perang Dunia Kedua, fisikawan J. Robert Oppenheimer bekerja dalam Manhattan Project, sebuah pekerjaan top secret yang mendesain dan mengembangkan bom atom.
Salah satu kalimat bernas dalam film Oppenheimer adalah "Now I Am Become Death, The Destroyer Of Worlds". Atau terjemahan bebasnya, "Kini aku menjadi Sang Kematian, Sang Penghancur Dunia".
Muncul perdana di NBC Insider serta dikutip syfy.com, kalimat lengkap yang diucapkan Robert Oppenheimer dipetik dari Bhagavad Gita.
Bunyi lengkap kalimatnya, "We knew the world would not be the same. A few people laughed; a few people cried. Most people were silent. I remembered the line from the Hindu scripture, the Bhagavad Gita; Vishnu is trying to persuade the prince that he should do his duty, and to impress him, takes on his multiarmed form and says, "Now I am become Death, the destroyer of worlds." I suppose we all thought that, one way or another.”
Atau terjemahannya, "Kita tahu dunia tidak bakal sama. Beberapa orang tertawa; beberapa orang menangis. Namun kebanyakan berada dalam diam. Saya teringat kepada sebaris kalimat dari kitab suci Hindu, Bhagavad Gita; Wisnu sedang mencoba untuk meyakinkan sang pangeran bahwa ia harus melakukan tugasnya, dan untuk membuatnya terkesan, ia menunjukkan wujud yang dilengkapi berbagai senjata dan berkata, "Sekarang aku menjadi Sang Kematian, penghancur dunia." Kurasa kita semua berpikir demikian pula, dengan satu atau lain cara."
Maknanya cukup jelas, bahwa Robert Oppenheimer merasakan telah melepaskan kekuatan tertinggi yang bisa menghancurkan dunia. Meski demikian, pengertiannya tidak seakurat makna asli Bhagavad Gita.
Stephen Thompson, seorang pakar Sanskerta dalam wawancaranya dengan Wired menyatakan bahwa aspek penghancuran dunia dari kutipan Oppenheimer memiliki arti yang berbeda dalam agama Hindu. Di mana dalam pengertian religi ada aspek siklus dan non-linier.
"Argumentasi keempat dari Bhagavad Gita bahwa kematian adalah ilusi, bahwa kita tidak dilahirkan dan kita tidak mati. Itulah filosofinya," paparnya.
![Cillian Murphy sebagai J. Robert Oppenheimer [(Instagram/@cillianmurphyofficial)]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/07/26/1-profil-cillian-murphy-instagram-at-cillianmurphyofficial.jpg)
Jadi dalam Bhagavad Gita, kutipan Oppenheimer adalah kondisi Arjuna tidak ingin berperang melawan kerabatnya, Krishna. Akan tetapi Krishna bersikeras ia harus melakukannya karena takdirnya, tugas suci yang dikenal sebagai dharma. Lalu Arjuna meminta Krishna untuk menunjukkan wujud kedewataannya sebagai avatar Dewa Wisnu, yaitu bersenjata lengkap, seperti disebutkan Oppenheimer sebagai multiarmed.
Bagi Oppenheimer, ia merasakan karyanya bisa menjadi perusak dunia secara harfiah. Hal yang sangat ia pedulikan saat berhasil membuat senjata pemusnah. Itulah kalimat yang dipinjamnya untuk menjelaskan nuraninya.