Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin membantah bila dirinya melakukan kudeta terhadap Gus Dur.
Cak Imin mengklaim bila dirinyalah yang menjadi korban kudeta dari posisinya sebagai Ketua Umum PKB.
"Justru saya dikudeta, dikudeta oleh orang-orang yang kemudian Gus Dur memberhentikan saya," kata Cak Imin saat diwawancarai Najwa Shihab, dikutip Kamis (7/9/2023).
Lebih lanjut, Cak Imin menjelaskan, saat itu dirinya dipanggil Gus Dur dengan mengatakan ingin memberhentikan saya, 'Saya gak nyangka kamu mau saya berhentikan, ya sudah kamu buat surat pengunduran diri sekarang, ini sudah ada drafnya'. Siap saya tanda tangan surat pengunduran diri, agar semua smooth," katanya.
"Tapi apa yang terjadi? 'Surat saya terima min, tapi tolong kamu sendiri yang simpan, nanti kamu keluarkan kalau benar-benar saya butuhkan'. Sampai hari ini, tidak pernah diminta Gus Dur, surat itu ada di tempat saya," pungkas Cak Imin.
Menurut Cak Imin, tudingan itu adalah narasi musiman yang kerap muncul terutama menjelang Pemilu.
"Setiap pemilu selalu dimunculkan, dibesarkan, tentu musiman lah saya bilang. Tetapi tuduhan saya berkhianat itu sama sekali tidak beralasan," ungkapnya.
Diketahui, pada 2005 di Muktamar Semarang, Cak Imin terpilih menjadi Ketum PKB, sementara Gus Dur sebagai Ketua Dewan Syura.
Namun pada 2008, Ali Masykur Musa ditetapkan sebagai Ketua Umum DPP PKB dan Sekjen PKB Yenny Wahid. Keduanya terpilih dari hasil Muktamar Luar Biasa PKB di Parung, Bogor, Jabar.
Baca Juga: Hari Terakhir KTT ke-43 ASEAN, Ini Empat Pertemuan yang Bakal Dipimpin Jokowi