Sering Muncul di Instagram KMSK Deinze Tapi Tak Pernah Bermain, Marselino Ferdinan Cuma Dimanfaatkan untuk Cari Cuan?

Metro

Sabtu, 30 September 2023 | 14:31 WIB
Sering Muncul di Instagram KMSK Deinze Tapi Tak Pernah Bermain, Marselino Ferdinan Cuma Dimanfaatkan untuk Cari Cuan?
Marselino Ferdinan di KMSK Deinze tidak pernah dimainkan di liga. Cuma jadi alat marketing. (Instagram/KMSK Deinze)

Marselino Ferdinan, gelandang Timnas Indonesia, kini sedang membela KMSK Deinze di kasta kedua liga sepak bola Belgia. Sayang di klub itu, ia lebih sering muncul di Instagram klub alih-alih di lapangan hijau.

Hingga memasuki pekan ke-7 Challenger Pro League, divisi kedua Liga Belgia, Marselino Ferdinan belum pernah sekalipun dimainkan oleh Deinze. Ini memantik dugaan ia cuma dijadikan alat marketing untuk mendulang cuan dari iklan.

Paling gamblang jika melihat laman Instagram Deinze. Di sana, wajah Marselino bertebaran. Terbaru, Marselino muncul saat dalam video kerja sama Deinze dengan MHC Mobility Belgium dan MIG Motors - dua perusahaan otomotif lokal.

Dalam video promosi tersebut, terlihat Marselino dan seorang rekannya menerima mobil baru dari perusahaan otomotif tersebut.

Video tersebut mendulang like lebih dari 12.000 kali dan dikomentari ratusan kali. Mayoritas komentator adalah pengguna Instagram Indonesia.

Pada bagian paling atas akun Instagram Deinze, juga tampak Marselino sedang mempromosikan jersey tim pada musim ini. Ia lebih mirip model ketimbang pemain bola.

"Lino ganteng banget, Masya-Allah," komentar warganet Indonesia dalam postingan jersey tersebut. Dari ratusan komentar yang ada, mayoritas berbahasa Indonesia.

Sejak Marselino bergabung, Instagram Deize memang memiliki ratusan ribu follower dan termasuk yang paling besar di antara klub-klub sepak bola Belgia. Sebelumnya era Marselino, follower Instagram Deinze cuma 10.000an. Kini sudah ada sekitar 182.000 follower, yang mayoritas berasal dari Indonesia.

Hanya sedikit klub bola di divisi utama Belgia yang memiliki jumlah follower di atas Deinze. Klub Standard Liege misalnya, salah satu raksasa sepak bola Belgia, hanya punya 159.000 follower. 

baca juga

Dilanda cedera

Marselino Ferdinan di KMSK Deinze lebih mirip model. Tidak pernah dimainkan di liga. Cuma jadi alat marketing? [Instagram/ Deinze]
Marselino Ferdinan di KMSK Deinze lebih mirip model. Tidak pernah dimainkan di liga. Cuma jadi alat marketing? (sumber: Instagram/ Deinze)


Sejak meneken kontrak dengan Deinze pada awal 2023 ini, Marselino lebih banyak dimainkan di laga pra musim. Tetapi di liga ia belum pernah main sama sekali.

Cedera disebut-sebut sebagai alasan pemain 19 tahun itu belum juga dimainkan oleh Deinze. Terakhir ia dikabarkan menderita cedera hamstring sehingga lebih banyak berlatih di gym.

Tetapi ia sendiri sempat masuk dalam daftar pemain cadangan Deinze di liga, sayang ia belum dipercaya pelatih Marc Grosjean untuk bermain barang satu menit pun.

Belum dipercaya oleh klub sendiri, Marselino sudah beberapa kali membela Timnas Indonesia - termasuk saat mengalahkan Taiwan dan Turkmenistan di penyisihan Piala Asia U-23 di awal bulan ini.

Marselino bahkan mencetak gol serta mencatatkan assist untuk Timnas Indonesia besutan pelatih Shin Tae yong.

Alat marketing klub: Arhan

Pratama Arhan di Tokyo Verdy. [(Instagram)]
Pratama Arhan di Tokyo Verdy. (sumber: (Instagram))


Sebelumnya muncuk kekhawatiran para pemain Indonesia di klub luar negeri sebenarnya hanya dimanfaatkan untuk mencari cuan semata sebagai alat marketing.

Pasar sepak bola dan pengguna internet Indonesia yang besar, membuat para pemain asal Tanah Air juga seksi sebagai alat marketing klub-klub luar negeri. Ini yang diduga sedang terjadi pada Arhan Pratama di Tokyo Verdy, klub asal Jepang.

Pengamat sepak bola Australia, Ben Griffis pada Selasa (26/9/2023) mengatakan bahwa Tokyo Verdy telah merusak perkembangan Arhan sebagai pemain muda dengan hanya memanfaatkannya sebagai alat marketing alih-alih membantu mengembangkan bakat pemain berusia 21 tahun tersebut.

"Bagaimana kalau seumur hidupnya Arhan hanya dimanfaatkan sebagai alat marketing," tulis Ben Griffis di Twitter.

"Saya tahu dia punya potensi, tetapi dia benar-benar tidak dimainkan di klub sejak pindah ke Verdy. Ini jelas 100 persen merusak perkembangan pemain muda," lanjut Ben.

Ben tidak salah. Sejak pindah ke Jepang pada 2022, Arhan baru dimainkan dua kali di pertandingan J2 dan dua kali lagi di Piala Kaisar. Totalnya ia baru bermain selama 256 menit bersama tim utama Tokyo Verdy.

Sementara sejak merekrut Arhan Pratama akun Instagram Tokyo Verdi dibanjiri follower. Sebelum Arhan datang, follower akun klub hanya punya follower 30.000an. Kini klub asal Ibu Kota Jepang itu punya follower nyaris 500.000.

Bahkan Tokyo Verdy menjadi klub Jepang dengan akun Instagram berfollower terbanyak, mengalahkan klub-klub raksasa di J League. 

Tidak hanya itu, demi meraup untung dari penggemar bola Indonesia Tokyo Verdy juga menyiarkan pertandingan di Youtube yang menggunakan komentar berbahasa Indonesia.

Dengan bekal follower dan penonton asal Indonesia itu, Tokyo Verdy meraih cuan dari iklan dan pendapatan lain dari media sosial serta konten-kontennya.

Kini muncul rumor Arhan akan pindah ke Korsel, bermain untuk Suwon FC. Tetapi media Korsel, Sports Chosun dengan terang benderang mengungkapkan Suwon FC berniat mengambil Pratama Arhan karena alasan marketing.

Nasib malang Egy di Eropa

Egy Maulana Vikri Resmi berbaju Dewa United. Sebelumnya bermain di Eropa, meski jarang bermain. [(Dok. Dewa United)]
Egy Maulana Vikri Resmi berbaju Dewa United. Sebelumnya bermain di Eropa, meski jarang bermain. (sumber: (Dok. Dewa United))


Sebelum Arhan, striker Timnas Indonesia Egy Maulana Vikri juga disebut cuma jadi alat marketing beberapa klub yang dibelanya di Eropa. Egy, yang kini berusia 23 tahun, diketahui sempat membela Lechia Gdansk di Polandia dan FK Senica di Slovakia.

Saat Egy bergabung pada 2018, follower Lechia Gdansk di Instagram melonjak menjadi lebih dari 300.000 hanya dalam waktu singkat. Ketika ia pindah ke FK Senica di Agustus 2021, klub mencetak rekor sebagai klub bola pemilik akun Instagram ber-follower terbanyak di Slovakia dan Republik Ceko.

Tetapi lagi-lagi Egy jarang dimainkan dan hanya dimanfaatkan sebagai alat marketing klub demi cuan. 

Di Lechia Gdansk, Egy hanya dimainkan selama 11 kali dan mendapat waktu bermain selama 139 menit. Di FK Senica, Egy diturunkan selama 151 menit saja.

Karenanya banyak yang mendukung ketika Egy memutuskan untuk kembali ke Indonesia di awal musim ini dan bergabung dengan Dewa United di Liga 1. Bersama Dewa United, Egy kini lebih sering bermain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gara-Gara Fuji Utami, Asnawi Mangkualam Disindir Pratama Arhan

Gara-Gara Fuji Utami, Asnawi Mangkualam Disindir Pratama Arhan

Your Say | Sabtu, 30 September 2023 | 14:03 WIB

Alih-Alih Ikut Menghujat, Sosok Ini Beri Kepercayaan Indra Sjafri Berproses Usai Asian Games 2022

Alih-Alih Ikut Menghujat, Sosok Ini Beri Kepercayaan Indra Sjafri Berproses Usai Asian Games 2022

Metro | Sabtu, 30 September 2023 | 13:13 WIB

Kartu Merah di Laga Kontra Uzbekistan, Hugo Samir Seharusnya Tidak Dipanggil ke Timnas Indonesia Sama Sekali

Kartu Merah di Laga Kontra Uzbekistan, Hugo Samir Seharusnya Tidak Dipanggil ke Timnas Indonesia Sama Sekali

Metro | Kamis, 28 September 2023 | 22:50 WIB

Terkini

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

×