Biasa menyetir sendiri di tempatnya main bola pro, Shayne Pattynama bakal ngeri bila melakukannya di Tanah Air.
Seru menyimak keseharian seorang Shayne Pattynama di Stavanger, Norwegia, tempatnya bermain sepak bola pro bersama klub Viking FK. Ia menyetir sendiri Jaggy alias Jaguar kesayangan setiap berangkat dan pulang latihan maupun laga.
Salah satu pemain Timnas Indonesia ini dalam salah satu bincang-bincangnya yang disimak Metro Suara.com di media sosial TikTok secara tidak langsung menyampaikan, betapa yang namanya peraturan itu dibuat untuk ditaati, bukan dilanggar.
Itu sebabnya seorang kaliber Shayne Pattynama pun menyerah bila diminta pegang kendaraan dan mengemudi sendiri di Indonesia.
Terbayanglah, kaliber pemain Timnas Indonesia yang main di Liga Norwegia ini mengaspal pakai Jaggy alias Jaguar. Ia sendiri memiliki banderol alias harga pasaran mencapai Rp 5 miliar, tentu kesehatan tubuh terutama bagian kaki mesti dijaga keselamatannya.
Sehingga tidak heran bila ia jeri bila mesti melakoni hal yang terlihat biasa: mengemudikan mobil. Lokasinya tentu saja bukan di Stavanger.
![Gaya Shayne Pattynama menyetir Jaguar di Stavanger [[screenshot TikTok pattynama's kolase Metro Suara.com/SamarKarma].]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/10/17/1-gaya-shayne-pattynama-menyetir-jaguar-di-stavanger.jpg)
"Saya tidak berani ya kalau bawa mobil di Indonesia. Gokil pokoknya," ungkap Shayne dengan senyum lebar, kepada sang penanya, yang diunggah di TikTok atas nama Garuda National Team.
"Jadi aturannya begini: siapa yang paling punya inisiatif ya itulah yang paling mendapatkan. Tidak ada aturan, begitu saja. Dan setiap hari lalu-lintas selalu sibuk, tepatnya di Ibu Kota Jakarta," lanjutnya dengan gesture tangan membentuk jalur atau line.
"Mau dapat di depan, pakai klakson, kalau diikuti capai sendiri pada akhirnya," tukasnya lagi.
"Pendeknya mesti punya nyali kalau mau menyetir di Indonesia," kata Shayne yang memiliki darah perpaduan Belanda, Maluku, juga disebutkan beberapa sumber Semarang, Jawa Tengah.
Akan tetapi, saat ditanya apa yang membuatnya suka, adalah lanskap atau bentang alam berbeda dibandingkan Norwegia, tempatnya berkarier pro.
"Ada gunung berapi, rainforest, pantai, semuanya indah dan kaya, ada sekaligus. Sementara di kota-kota besar tentunya bangunan tinggi. Akan tetapi masih juga tersedia sudut-sudut indah. Pendeknya ingin menjelajah Indonesia lebih banyak," ungkapnya.
"Saya sudah ke Bali, juga Jakarta dan Surabaya. Masih banyak yang bagus, seperti Kepulauan Maluku dan banyak lagi," tukasnya penuh rasa bangga.