Fahri Hamzah Sebut Pemilu Indonesia Lebih Seram dari Perang Rusia-Ukraina: Ujungnya Merugikan Rakyat!

Suara Moots | Suara.com

Sabtu, 17 Desember 2022 | 17:15 WIB
Fahri Hamzah Sebut Pemilu Indonesia Lebih Seram dari Perang Rusia-Ukraina: Ujungnya Merugikan Rakyat!
fahri hamzah (SuaraSulsel.id/Dokumentasi Gelora)

Fahri Hamzah baru-baru ini membahas soal Pemilu Indonesia saat menghadiri salah satu talkshow politik yang dipandu Karni Ilyas. Dalam kesempatan itu, Fahri Hamzah membahas huru hara menjelang Pemilu 2024 mendatang.

Pria yang menjabat Wakil Ketua Umum Partai Gelora menyebut Presiden Jokowi akan dua kali mengalami lemdak. Saat ini Jokowi masih sebagai presiden, tapi dia merasa orang lain sudah ribut copras capres alias pencapresan.

Fahri Hamzah dalam kesempatan itu juga menyebutkan kapan kepemimpinan Presiden Jokowi berakhir di periode keduanya menjadi presiden.

"Jokowi masih jadi presiden setidaknya tersisa 2 tahun 1 bulan. Karena 20 Oktober 2024 beliau baru berhenti," kata Fahri Hamzah dikutip wartaekonomi.co.id (Jaringan Suara.com) dari kanal YouTube TV One, Sabtu (17/12/2022).

"Tapi orang sudah survei-survei, orang sudah mencalonkan diri, partai politik sudah bertengkar secara internal karena ada kadernya yang maju dan sebagainya," ujarnya.

Fahri Hamzah pun menyayangkan tidak ada sistem yang mengatur jadwal 'Perang' politik hingga pada akhirnya rakyat yang dirugikan.

"Sebenarnya ini tidak ada jadwal dan yang jelek sebenarnya bagi rakyat. Jadi dalam masyarakat demokrasi itu kita perang kalau bisa sebentar saja menjelang masuk TPS," ujarnya.

Fahri Hamzah memberi contoh, semisal diatur setahun menjelang pencoblosan. Menurutnya, berusaha perang dalam satu tahun tidak mengganggu jalannya pemerintahan.

Namun, karena hal tersebut tidak diatur elit politik pun akhirnya perang terus. Belakangan bahkan sekarang sudah ramai membahas calon dan menciptakan gangguan terhadap presiden.

"Misalnya gangguan partai politik yang tadinya mendukung dia bahkan ada kadernya yang duduk di kabinet tapi kok sudah punya calon lain. Gangguan-gangguan seperti ini kan kasihan presiden," sambung Fahri.

Apalagi sistem Pemilu menganut presidential threshold atau syarat ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden. Pilihan pada Pilpres 2024 diprediksi akan terbatas, dengan berlakunya presidential threshold.

Aturan pemilu mensyaratkan partai yang hendak mengusung calon presiden dan wakil presiden untuk memiliki paling sedikit 20% dari jumlah kursi di DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR periode sebelumnya.

"Kira-kira kalau calon presidennya cuma dua, pada 14 Februari 2024 masih 8 bulan sebelum Pak Jokowi berakhir, sudah ada presiden terpilih," terangnya.

Dan itu, jelas Fahri akan menciptakan lemdak kedua yang lebih menakutkan. Karena orang sudah ada yang datang ke presiden terpilih memberi selamat, ada yang bikin rumah transisi. Hal tersebut berpotensi akan mengganggu jalannya roda pemerintahan.

"Ujung-ujungnya merugikan rakyat. Rakyat sebenarnya nggak mau kita bertengkar begini. Rakyat maunya nyoblos sebentar setelah itu balik kerja lagi. Bersawah, mau berternak, kerja di pabrik," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

'Bisa Lebih Kejam dari Perang Rusia - Ukraina' Fahri Hamzah Sentil Aturan Pemilu yang Masih Tak Jelas

'Bisa Lebih Kejam dari Perang Rusia - Ukraina' Fahri Hamzah Sentil Aturan Pemilu yang Masih Tak Jelas

News | Sabtu, 17 Desember 2022 | 16:50 WIB

'Amien Rais Sering Nakal ke Istana' Refly Harun Anggap Aneh Partai Ummat Tak Lolos Pemilu 2024

'Amien Rais Sering Nakal ke Istana' Refly Harun Anggap Aneh Partai Ummat Tak Lolos Pemilu 2024

News | Sabtu, 17 Desember 2022 | 16:34 WIB

Ada 3 Partai Baru Lolos Pemilu 2024, Kenapa Partai Ummat Tersingkir?

Ada 3 Partai Baru Lolos Pemilu 2024, Kenapa Partai Ummat Tersingkir?

News | Sabtu, 17 Desember 2022 | 16:23 WIB

Ungkit Aksi Turun Gunung SBY, Amien Rais Heran Partai Ummat Dijegal: Saya Sudah Tua Kok Ditakuti?

Ungkit Aksi Turun Gunung SBY, Amien Rais Heran Partai Ummat Dijegal: Saya Sudah Tua Kok Ditakuti?

News | Sabtu, 17 Desember 2022 | 16:50 WIB

Elit PDIP Gerah Lihat Anies Baswedan Curi Start Kampanye: Tolong Etikanya!

Elit PDIP Gerah Lihat Anies Baswedan Curi Start Kampanye: Tolong Etikanya!

News | Sabtu, 17 Desember 2022 | 10:45 WIB

Pentolan PKS Harus Waspada, Fahri Hamzah dan Anis Matta Bakal Sikat Habis Basis Pemilih PKS di Pemilu 2024

Pentolan PKS Harus Waspada, Fahri Hamzah dan Anis Matta Bakal Sikat Habis Basis Pemilih PKS di Pemilu 2024

| Sabtu, 17 Desember 2022 | 09:27 WIB

Terkini

Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah

Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah

Bola | Senin, 23 Maret 2026 | 23:30 WIB

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:15 WIB

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:00 WIB

Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian

Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian

Bola | Senin, 23 Maret 2026 | 22:12 WIB

Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa

Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 22:05 WIB

Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius

Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius

News | Senin, 23 Maret 2026 | 22:04 WIB

Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya

Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya

Jatim | Senin, 23 Maret 2026 | 22:01 WIB

Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan

Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan

Entertainment | Senin, 23 Maret 2026 | 22:00 WIB

Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa

Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:55 WIB

Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?

Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:55 WIB