Meninggalnya atlet bulutangkis tunggal putra Syabda Perkasa Belawa tak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Namun juga rekan sekamarnya di asrama Pelatnas PBSI, Christian Adinata.
Christian menyebut sangat terpukul dengan kabar Syabda Perkasa Belawa meninggal dunia akibat kecelakaan di Tol Pemalang, Jawa Tengah, Senin (20/3/2023) dini hari.
"Saya merasa kehilangan banget dengan meninggalnya Syabda, teman sekamar saya," tutur Christian dalam keterangannya di Jakarta.
Christian mengenang almarhum Syabda sebagai sosok yang selalu membuat orang-orang di sekitarnya jadi bersemangat. Baik saat latihan maupun bertanding.
"Syabda itu orangnya selalu nyenengin, selalu bisa membuat mood jadi tambah bagus," ujarnya.
"Dia juga sangat rajin dan tekun. Dia selalu jadi penyemangat bagi rekan-rekannya, baik saat latihan atau ketika bertanding," pungkas Christian Adinata.
Kepergian Syabda Perkasa Belawa juga meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar penghuni Pelatnas PBSI.
"Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Kami keluarga besar PP PBSI, insan bulutangkis, dan para pecinta bulutangkis tentu merasa sangat kehilangan dengan meninggalnya Syabda," ucap Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna dalam keteranganya, Senin (20/3).
Agung menyebut, Syabda Perkasa bergabung ke Pelatnas PBSI sejak awal tahun 2018. Almarhum merupakan sosok yang memiliki talenta besar dan tangguh.
Baca Juga: Kronologi Syabda Perkasa Belawa Meninggal Kecelakaan di Tol Pemalang, Atlet Tangguh Pelatnas PBSI
"Kami mengucapkan turut berduka cita yang mendalam. Untuk keluarga yang masih dirawat, semoga segera diberi kesembuhan dan kesehatan kembali seperti sedia kala," tutur Agung.
Kronologi Kecelakaan
Sebelum kecelakaan terjadi, Syabda Perkasa Belawa bersama keluarganya pergi melalui perjalanan darat dari rumah di Bekasi menuju Sragen, Jawa Tengah, Minggu (19/3/2023) malam.
Syabda dan keluarga hendak menghadiri acara pemakaman nenek dari sang ibunda yang meninggal dunia pada Minggu (19/3) malam.
Saat di Tol Pemalang, mobil yang dikendarai sang ayah Muanis Hadi Sutamto menabrak kendaraan lain yang berada di depan.
Akibat kecelakaan itu, Syabda dan ibundanya meninggal dunia. Sementara ayahnya dalam kondisi kritis.