Setelah dirawat intensif selama 14 hari, Moch Fajri Rifana (26) pria obesitas 300 kg asal Tangerang, menghembuskan nafas terakhir di RSCM Jakarta, Kamis (22/6/2023) sekitar pukul 01.25 WIB.
Sejumlah petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat turut membantu mengevakuasi jenazah Fajri yang penuh dengan tantangan.
"Evakuasi jenazah ini untuk dari Jakarta Pusat, kemungkinan pertama kali dengan bobot 300 kilogram," kata Komandan Regu Sudin Gulkarmat Jakpus Arfan Arif saat ditemui di TPU Menteng Pulo, Kamis (22/6).
Arfan menuturkan proses evakuasi dimulai saat membawa Fajri yang masih sakit ke RSCM Jakarta.
Berlanjut saat membantu mengevakuasi jenazah bersama Tim Basarnas Special Group menuju ke pemakaman TPU Menteng Pulo.
Disebutkan dari pihak Tim Basarnas Special Group menggunakan forklif hidrolik untuk membantu ke tempat pemakaman.
Kemudian sebanyak sembilan personel Gulkarmat Jakpus membantu untuk menurunkan jenazah menggunakan tripod yang mampu mengangkat beban hingga 5.000 kilogram.
Menurut Arfan, proses evakuasi jenazah berjalan kurang lebih 30 menit. Banyaknya warga yang berada di sekitar lokasi jadi penghambat pergerakan petugas.
"Kesulitan kita ketika banyak warga yang datang sehingga sulit bergerak atau beraktivitas bekerja seperti yang kita inginkan," terangnya.
Baca Juga: Apa Itu Syok Sepsis? Penyebab Fajri Pria Obesitas 300 Kg Meninggal, Ini Penjelasan Dokter
Hingga akhirnya, pihaknya bersama Tim Basarnas Special Group berhasil mengevakuasi jenazah ke liang lahat dengan aman dan terkendali.
Moch Fajri Rifana dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo, Tebet, Jakarta Selatan, pada Kamis siang pukul 14.38 WIB. Makam mendiang Fajri berukuran 4x2 meter dan kedalaman 1,8 meter.
Fajri merupakan pasien obesitas yang diperkirakan pihak medis RSU Kota Tangerang berbobot tubuh lebih dari 260 kilogram sebelum dirujuk ke RSCM.
Kejadian itu dialami pasien setelah mengalami kecelakaan lalu lintas pada tiga tahun lalu. Peristiwa itu membuat Fajri hanya tergolek lemas di tempat tidur dan membuat tubuhnya membesar.
Dokter Spesialis Anestesi RSCM Jakarta, Sidharta Kusuma Manggala menyatakan, Fajri meninggal dunia akibat syok sepsis.