Ketua MPR RI itu hanya mengembalikan ke Dewan Pakar Partai Golkar ketika ditanyakan lebih lanjut ihwal berbagai kabar akan diadakannya munaslub oleh dewan tersebut.
"Itu adalah domain dewan pakar," imbuhnya.
Termasuk, ketika ditanyakan terkait bahaya bergulirnya isu munaslub Partai Golkar jelang Pemilu 2024 maupun soal bobot besaran keputusan yang diambil Dewan Partai Golkar bagi DPP Partai Golkar.
"Tanya dewan pakar saya kan bukan dewan pakar," ucap dia.
Rapat Dewan Pakar Golkar
Sebelumnya, Anggota Dewan Pakar Partai Golkar Ridwan Hisjam mengatakan rapat internal digelar di kediaman Agung Laksono, Minggu malam, terkait sejumlah rekomendasi Pemilu 2024.
Ridwan menyebutkan salah satu materi yang dibahas dalam rapat internal Dewan Pakar Partai Golkar itu ialah terkait keputusan Munas Partai Golkar Tahun 2019 yang memutuskan Airlangga Hartarto sebagai bakal capres usungan partai berlambang beringin itu.
"Jadi, munaslub dalam rangka mengubah keputusan bahwa Airlangga bukan calon presiden, bisa calon lain kan. Apakah yang lainnya, saya enggak sebut nama. Nah, itu bisa juga," kata Ridwan.
Dia juga menyatakan tak menutup kemungkinan peluang munaslub untuk mencopot Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar.
Baca Juga: Megawati ke Golkar-PKB-PAN: Mau Ikut Boleh, Enggak Ya Tidak Apa-apa
"Karena munaslub, maka pergantian ketua umum bisa mengarah ke sana, tergantung pemilik suara," ujarnya.
Pada Februari 2019 lalu, Munas Partai Golkar secara tegas memutuskan Airlangga Hartarto sebagai bakal capres tunggal usungan Partai Golkar.