3. Barang-Barang Korban Hilang
Sejumlah barang milik korban dilaporkan hilang saat mayatnya ditemukan. Hal ini berdasarkan keterangan dari Sulastri, ibu korban.
Salah satunya sepeda motor korban merek Honda Beat.
"Untuk barang yang hilang saat di TKP dari keterangan keluarga, cincin emas, sepeda motor Honda Beat, dan telepon seluler," kata Kanitpidum Satreskrim Polres Kediri Ipda Dandy Fitra Ramadhan.
4. Penyebab Kematian
Berdasarkan hasil autopsi, penyebab kematian korban bukan karena hantaman dari benda tumpul. Melainkan ada cairan di paru-paru Desy.
Dugaan awal, saat korban di dalam karung, masih setengah sadar hingga kemudian korban dibuang di saluran irigasi sehingga air masuk dan korban meninggal dunia.
"Dari dokter menyatakan korban meninggal saat dibuang di irigasi. Jadi, saat di dalam karung, dari pernyataan dokter bahwa korban dalam keadaan setengah sadar, meninggal karena adanya air yang masuk ke paru-paru, tenggelam," kata Dandy.
5. Tangan dan Kaki Terikat
Saat mayat Desy ditemukan, tubuh bagian tangan serta kakinya dalam keadaan terikat dengan kain kerudung korban.
Akibatnya terdapat luka memar di pergelangan tangan korban, selain luka di bagian ubun-ubun.
"Luka di bagian ubun-ubun akibat benda tumpul. Kemungkinan pada saat dibuang posisi yang jatuh ke tanah adalah kepala. Kami juga belum mengetahui karena butuh pemeriksaan lab tambahan."
"Bisa jadi dipukul sebelum dibuang ke irigasi atau benturan saat di saluran irigasi. Kalau yang ada di tangan mungkin karena ikatan keras," tutur Dandy.
6. Hingga Rabu Malam Tak Pulang
Maryono (73), kakek korban mengatakan saat Rabu (5/7/2023), ia sedang mengaji sedangkan ibu korban takziah di Blitar. Sehingga rumah dalam keadaan kosong.
Hingga Rabu malam, cucunya yang bekerja di fotokopi belum pulang. Padahal biasanya pulang sekitar jam 20.00 WIB.
Keluarga sempat mencari, namun tiba-tiba ada kabar dari ayah korban berinisial SP yang menyatakan bahwa Desy sudah dicarikan pekerjaan di Lamongan.
Sehingga ayahnya membawa sejumlah baju milik korban.
Hingga kini SP tidak diketahui keberadaannya. Sang istri Sulastri berharap polisi segera menemukan keberadaannya.
"Saya berharap polisi segera menemukannya," ujar Sulastri.
7. Terdengar Teriakan
Bahrudin (44), paman korban yang tinggal bersebelahan dengan rumah korban mengatakan pada Rabu malam sempat mendengar suara teriakan. Namun ia tidak berani mendekat.
Ia berpikir ada tamu di rumah saudaranya itu. Sehingga ia pun tidak ke rumah tersebut.
"Rabu malam saya mendengar teriakan sekitar jam 20.30 WIB, setelah itu tidak tahu lagi. Kalau ayahnya itu, Selasa (4/7) dia datang ke rumah, pagi bermalam hingga Rabu pagi berangkat ke Blitar."
"Siang pulang dengan istrinya, Rabu sore kembali ke Blitar, setelah itu istrinya di ditinggal di Blitar, hingga tiba-tiba mendengar suara itu," papar dia.
Ia pun tidak tahu terkait keberadaan SP. Namun, hubungan antara Desy dengan ayahnya kurang baik, disebutnya sering cekcok dan yang memisahkan adalah kakeknya.
Dirinya pun berharap pelaku segera ditemukan dan diadili.