Kepala Basarnas Marsekal Madya Henri Alfiandi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kasus suap pengadaan alat pendeteksi korban reruntuhan tahun anggaran 2023.
"KPK kemudian menaikkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan menetapkan dan mengumumkan tersangka HA (Henri Alfiandi) Kabasarnas RI periode 2021- 2023 ," katanya seperti dikutip dari Suara.com
Selain Henri KPK juga menetapkan empat orang lainnya sebagai tersangka, Komisaris Utama PT MGCS (Multi Grafika Cipta Sejati) Mulsunadi Gunawan, Direktur Utama PT IGK (Intertekno Grafika Sejati) Marilya, Direktur Utama PT KAU (Kindah Abadi Utama) (Roni Aidil, dan Koorsmin Kabasarnas RI (Afri Budi Cahyanto.
Kasus ini terungkap berdasarkan operasi tangkap tangan atau OTT yang dilakukan KPK pada Selasa (25/7/2023) kemarin.
OTT dilakukan dengan menjaring 8 orang serta uang tunai di dua lokasi Cilangkap, Jakarta Timur dan Jatisampurna, Bekasi.
Biodata dan Agama Henri Alfiandi
Henri Alfiandi lahir di Magetan, Jawa Timur pada 24 Juli 1965. Ia purnawirawan TNI-AU yang menjabat Kepala Basarnas ke-15.
Ia mulai menjabat dari 4 Februari 2021 hingga 17 Juli 2023. Henri jadi Kabarnas menggantukan Bagus Puruhito.
Henri, merupakan alumnus Akademi Angkatan Udara (AAU) 1988. Jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini adalah Asops Kasau.
Henri memiliki istri bernama Ir. Santi Pratiwi dan dikarunia anak bernama Rachael Shandika Putri M.
Soal agama Henri Alfiandi adalah privasi dari eks Komandon Seskoau ini.
Riwayat Pendidikan Henri Alfiandi:
1. SD Angkasa 1 Lanud Iswahjudi (1979)
2. SMPN 1 Maospati (1982)
3. SMAN 1 Madiun (1985)
Pendidikan Militer
ASPERS KASAU (1980)
AAU (1988-B)
Sekkau (1997)
Seskoau (2003)
Lehrgang
SEKOLAH PENERBANGAN TNI AU (2005)-(2010)
The Legion Of Merit (2012)
Sesko TNI (2013)
US Air War College (Lemhannas) (2015)