Grup band Kotak meminta maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan saat konser dalam peresmian Gedung Rawat Jalan dan launching logo baru RSUD Bangil, Pasuruan, pada Rabu (2/8/2023) lalu.
Sebab, konser yang digelar di area rumah sakit tersebut, mendapat protes dari pasien dan keluarga pasien.
"Dari hati yang terdalam kami seluruh team dan management Kotak meminta maaf serta turut prihatin atas event yang berlangsung semalam," tulis Kotak di Instagram resminya, dikutip Jumat (4/8/2023).
Pihak Kotak menjelaskan kronologi konser di RSUD Bangil. Sejak awal band yang beranggotakan Tantri, Chua dan Cella itu sudah mempertanyakan lokasi konser yang berada di halaman parkir RSUD Bangil kepada penyelenggara atau event organizer (EO).
Namun, pihak EO menjamin bahwa segalanya sangat aman serta kondusif karena pasien terkondisi telah dipindah di gedung yang lain.
"Tidak berhenti di situ, team kami berinisiatif kroscek kembali di lapangan. Saat kursi kursi VIP dari jajaran pemerintah sudah terpasang kami masih bertanya-tanya, pihak penyelenggarapun sekali lagi menjamin bahwa pasien sudah aman dipindah di gedung lain yang kedap suara," tulisnya.
Pihak Kotak pun berulang kali melakukan kroscek dan mempertanyakan soal lokasi konser itu. Pihak penyelanggara menjamin seutuhnya.
"Mendengar kalimat itu dari penyelanggara, kami cukup lega dan berusaha seprofesional mungkin memenuhi kontrak untuk manggung," kata Kotak.
Atas inisiatif sendiri, pihak Kotak meminta volume sound system diturunkan, tidak dimaksimalkan sesuai dengan kapasitas yang telah disediakan.
Baca Juga: Penyesalan Karenina Anderson Terjerat Narkoba: Minta Maaf, Saat Ini Saya Jadi Contoh yang Tidak Baik
"Begitu perform, terpantau team kami di lapangan melaporkan ternyata situasi justru kurang nyaman. Kami langsung memotong set songlist dan rembugan di panggung. Lagu Beraksi pun kami putuskan tidak kami bawakan."
"Upaya demi upaya sudah kita jalankan sebaik mungkin tapi tetap kami adalah penghibur dan bintang tamu, pemilihan venue lokasi dll itu di luar kuasa kami, itu wewenang tuan rumah. Tapi kami seprofesional mungkin harus tetap memenuhi kontrak manggung agar tidak terjadi wanprestasi."
"Jadi permohonan maaf ini lahir dari niat murni kita atas pertimbangan kemanusiaan. Jika ada pihak pihak yg kurang nyaman dan tidak berkenan kami mohon maaf yg sebesar-besarnya, meskipun sekali lagi itu bukan tanggung jawab kami, tapi atas dasar rasa empati yg tinggi kami seluruh team Kotak memohon maaf," pungkas Kotak.
Dibela Netizen
Postingan permohonan maaf dan klarifikasi dari band Kotak ini pun mendapat komentar dari netizen. Warganet justru menyalahkan pihak EO dan Pemkab Pasuruan.
"EO dan pemkab nya yg gak mikir, konser music dgn suara keras sangat mengganggu pasien, apalagi dekat dg unit JANTUNG," tulis @eny***.