Suporter tidak akan pernah menginginkan klub yang didukung dan dicintai harus menerima hasil buruk.
Suporter bukan sekedar mereka yang datang ke stadion, membeli tiket, dan menonton pertandingan. Suporter merupakan pemain ke-12, nyawa dari klub sepak bola.
Di Indonesia, peran suporter juga cukup krusial, seperti menyuarakan kegelisahan mereka atas klub sendiri seperti bobotoh kepada manajemen Persib soal tiket misalnya.
Ada juga aksi suporter sejumlah klub di Indonesia yang memprotes PSSI, seperti yang terlihat di laga BRI Liga 1 antara Persis vs Bali United, Sabtu 19 Agustus 2023.
Berikut 7 aksi unik protes suporter klub, terbaru aksi suporter yang sindir ketum PSSI, Erick Thohir.
Suporter di Stadion Manahan
Viral di laman media sosial aksi suporter di pertandingan BRI Liga 1 2023/24 antara Persis vs Bali United, Sabtu 19 Agustus 2023.
Pada laga di Stadion Manahan itu, sejumlah suporter bentangkan spanduk sindiran.
Di spanduk yang dibentangkan suporter di salah satu sudut tribun Stadion Manahan, berisi tulisan, 'Katanya Beda Ternyata Sama'.
Baca Juga: Memungut Sampah Lebih Terhormat Dibanding Memukul dan Melempar Suporter Lawan
Potret spanduk berisi sindiran itu pun viral di laman media sosial Twitter. Sejumlah warganet pun menuliskan cuitan terkait aksi suporter tersebut.
Diduga para suporter bentangkan spanduk sebagai sindiran yang ditujukan kepada ketua umum PSSI Erick Thohir.
"Pak ketum puyeng... mikir bumn blm kelar mikir pssi malah kek gini.. udah lah fokus 1 bidang anda bukan opung," tulis salah satu netizen.
Suporter Al-Shabab
Aksi unjuk rasa dilakukan suporter klub Liga Arab Saudi, Al-Shabab. Unjuk rasa yang baru pertama digelar para suporter ini sebagi wujud ketidakpuasan kepada kinerja klub.
Dalam video yang beredar viral di laman sosial media, sejumlah suporter Al-Shabab protes lantara klub yang mereka dukung ini tidak seperti klub-klub lain di Arab Saudi.
Seperti diketahui, sejumlah klub Liga Arab Saudi jor-joran untuk datangkan pemain bintang dunia, mulai dari Cristiano Ronaldo, N'Golo Kante, Karim Benzema, Neymar dan bintang-bintang lainnya.
Sementara Al-Shabab beberapa kali gagal datangkan pemain dunia seperti Hakim Ziyech yang memilih gabung ke Galatasaray. Al Shabab terakhir juga gagal datangkan Hugo Lloris, Yannick Carrasco sampai Samule Umtiti.
Suporter Real Madrid
Pada 2015 lalu, kesabaran suporter Real Madrid sudah berada di titik nadir. Penampilan El Real di ajang La Liga musim itu benar-benar membuat para suporter sudah habis kesabaran. Puncaknya terjadi usai laga El Classico melawan Barcelona. Real Madrid keok di laga itu.
Hasil buruk itu membuat sejumlah suporter Real Madrid menumpahkan amarah mereka dengan menyerang mobil yang dikendaraain pemain Real Madrid usai laga tersebut.
Dikutip dari Marca, saat itu dua orang fans Madrid terekam kamera menghadang mobil pemain Madrid yang sedang meninggalkan stadion, mereka bahkan sempat menyerang mobil Gareth Bale dan Jese.
Sergio Ramos yang juga mendapat hadangan justru membalas tindakan dua fans ini. Ramos yang menghentikan kendaraanya di depan mereka, membuka kaca pintu mobilnya dan berdialog dengan dua orang tersebut.
Suporter AC Milan
Masih di tahun yang sama, aksi protes juga dilakukan suporter AC Milan yang menamakan diri mereka, Curva Sud Milano.
Setali tiga uang dengan suporter Real Madrid, aksi protes Curva Sud Milano juga didasari oleh penampilan buruk AC Milan.
Dikutip dari football-italia, aksi protes pun dilakukan dengan tidak masuk ke stadion San Siro saat AC Milan bertemu Cagliari.
Mereka hanya membentangkan poster-poster bertuliskan kritik untuk manajemen dan pemain AC Milan saat itu.
Suporter Sevilla
Aksi boikot pertandingan juga pernah dilakukan suporter Sevilla. Hal itu dilakukan mereka pada musim 2012/13.
Suporter Sevilla yang bernama Los Biris melakukan aksi boikot saat Sevilla bertemu dengan Real Madrid di ajang La Liga Spanyol.
Aksi boikot ini sendiri seperti dikutip dari Marca, sebagai aksi balasan kepada manajemen yang mencabut keanggotan suporter Sevilla yang kedapatan menyanyikakn chant bernada kritik untuk kinerja direksi.
Suporter Lazio
Tak mau kalah dengan suporter lain yang juga melakukan aksi boikot, suporter Lazio juga menerapkan hal serupa saat memprotes klub.
Aksi boikot itu terjadi pada 09 Maret 2014 saat Lazio menjamu Atalanta di Stadion Olimpico.
Akibat aksi boikot tersebut stadion tampak lengang tak berpenghuni saat pertandingan berlangsung.
Ini merupakan aksi boikot dari fans Lazio kepada klub kesayangan mereka, tifosi Lazio memprotes sosok Claudio Lotito.
Suporter Glasgow Rangers
Aksi protes dilakukan suporter Glasgow Rangers pada 2014. Alasannya mereka memprotes kebijakan direksi yang berencana menjual saham mayoritas klub kepada buronan pemerintah Indonesia atas kasus Bank Century bernama Rafat Rizvi.
Dikutip dari Dailymail, fans Rangers sangat marah dan mendesak pihak direkasi segara mencabut keputusan dari Sandy Easdale, direktur Rangers saat itu yang menetapkan Rafat sebagai ketua klub.