Esok hari, Minggu (17/09) anak asuh Thomas Doll akan bertandang ke Stadion Brawijaya, markas Persik Kediri dalam lanjutan BRI Liga 1 2023/24.
Laga kedua tim diprediksi akan berlangsung menarik, mengingat hasil berbeda yang dialami Persija dan Persik di pekan sebelumnya.
Persija meraih hasil imbang 1-1 melawan Persib sementara Persik dikalahkan RANS Nusantara.
Sepanjang sejarahnya, kedua tim kerap bertemu dan hadirkan pertandingan dengan tensi tinggi.
Di edisi Laga Klasik kali ini, Moots.suara.com hadirkan laga klasik antara Persija vs Persik di Stadion Manahan pada Kamis 17 Januari 2008 dalam babak 8 besar Liga Indonesia.
Pertemuan kedua tim di Stadion Manahan pada Januari 2008 bisa dibilang sebagai salah satu pertandingan terpanas sepanjang sejarah Liga Indonesia.
Bagaimana tidak, di laga itu kiper Persija asal Moldova Evgheny Khmaruk sampai harus mencekik leher dari striker Persik Christian Gonzales.
Penyebabnya, Khmaruk emosi lantaran El Loco mencetak gol penyama kedudukan di menit-menit akhir pertandingan.
Tidak hanya Khmaruk, pelatih Persija yang juga dari Moldova Serghei Dubrovin juga ikut terpancing emosinya. Kericuhan pun pecah di Stadion Manahan.
Baca Juga: Buntut Ricuh Stadion Patriot: Persija Disanksi Berat, Persib Cuma Teguran
Jalannya Pertandingan
Pada Liga Indonesia 2007/08, Persija sempat kalahkan Persik di putaran pertama yang berlangsung di Stadion Lebak Bulus. Sementara di putaran kedua, Persik menahan imbang Persija 1-1 di Stadion Brawijaya.
Kedua tim kemudian saling bertemu di babak 8 besar. Persik saat itu dilatih oleh pelatih kawakan Daniel Roekito dan diperkuat pemain seperti Erol FX Iba, Aris Indarto, Budi Sudarsono, Ronald Fagundez, Danillo Fernando dan Christian Gonzales.
Sementara Persija yang dilatih oleh Dubrovin diperkuat oleh Hamka Hamzah, Abanda Herman, Robertino Pugliara, Atep, serta Bambang Pamungkas.
Di menit-menit awal pertandingan, tim Macan Putih menekan lini belakang Macan Kemayoran. Sejumlah peluang berhasi diciptakan oleh Christian Gonzales dkk.
Namun baru pada menit ke-15, Persik mencetak gol lewat sepakan keras dari luar kotak penalti dari Danillo Fernando tak bisa dihalau oleh Khmaruk.
Persija akhirnya mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-27 lewat skill apik Aliyudin dengan melewati Aris Indarto sebelum taklukan kiper Wahyudi.
Skor 1-1 jadi hasil akhir di babak pertama. Pada babak kedua, Persija justru berbalik unggul pada menit ke-62 lewat gol Bambang Pamungkas.
Gol Bepe berawal dari free kick yang diambil oleh Ismed Sofyan. Bola sepakan Ismed mampu dikonversi jadi gol oleh Bepe lewat sundulan.
Persik mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-81, berawal dari akselerasi Danillo, bola lambung membuat Abanda Herman terkecoh hingga membuat El Loco berdiri bebas dan dengan ketenangannya bobol gawang Khmaruk.
Gol El Loco ini diprotes oleh pemain Persija karena menganggap striker kelahiran Uruguay itu melakukan pelanggaran kepada Abanda Herman. Tensi laga pun memanas.
Kiper Evgheny Khmaruk bahkan sampai protes dan mengejar wasit. Ia sempat meletakkan tangannya ke arah leher wasit dan berusaha ditenangkan oleh Bepe.
Namun wasit yang memimpin laga tak bergeming dan anggap gol El Loco sah. Laga semakin panas, di pinggir lapangan Serghei Dubrovin juga protes keras ke wasit keempat.
Protes terus dilakukan pemain Persija, Khmaruk bahkan sempat melepas sarung tangannya dan ogah bermain. Sementara Dubrovin sempat meminta anak asuhnya untuk tak melanjutkan pertandingan.
Hal ini bahkan membuat eks manajer Persija IGK Manila turun tangan dan berusaha menenangkan para pemain dan meminta mereka melanjutkan pertandingan.
Pada akhirnya laga tetap dilanjutkan nanun tensi pertandingan sudah semakin memanas. Setelah wasit meniup peluit tanda akhir pertandingan, pecah emosi pemain kedua tim.
Kiper Khmaruk bahkan sampai berlari dan langsung mencerkam leher dari El Loco. Pemain kedua tim bahkan sempat saling dorong hingga membuat polisi dan tentara meringsek masuk ke lapangan.