Tepat hari ini 18 tahun lalu, Persipura berhasil menjadi juara Liga Indonesia 2005/06. 25 September 2005, Boaz Solossa dkk sukses kalahkan Persija di final Liga Indonesia yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK).
Liga Indonesia musim 2005/06 boleh dibilang sebagai salah satu musim terbaik untuk klub asal Papua, Persipura Jayapura. Di musim itu, Persipura jadi tim terbaik.
Persipura musim 2005/06 dihuni talenta-talenta berkelas mulai dari Jendri Pitoy sebagai penjaga gawang, ada bek berkualitas seperti Jack Komboy serta Victor Igbonefo.
Persipura juga diperkuat full back berbakat yang kemudian jadi pemain terbaik di musim itu yakni Christian Warobay.
Di sektor lini tengah, tim yang dilatih oleh Rahmad Darmawan itu diperkuat gelandang hebat Eduard Ivakdalam atau yang akrap disapa kaka Edu.
Sektor depan ada talenta Boaz Solossa serrta legiun asing dari Kamerun, eks Liverpool mendiang Christian Lenglolo.
Talenta berbakat yang dimiliki Persipura musim itu membuat tim Mutiara Hitam melaju tanpa halangan hingga bisa mencapai final Liga Indonesia 2005/06.
Pada musim itu, Liga Indonesia dibagi menjadi dua wilayah, wilayah barat dan wilayah timur. Persipura berada di wilayah timur.
Selain Persipura, di wilayah timur terdapat PSM, Persik, Persebaya, Persela hingga Persema Malang.
Persipura sukses menjadi pemuncak klasemen wilayah timur dengan mengemas 46 poin, hasil dari 14 menang, 4 kali imbang dan 8 kali kalah.
Melaju ke final Liga Indonesia 2005/06
Menjadi pemuncak klasemen wilayah timur, Persipura pun melaju ke babak 8 besar. Pada babak 8 besar wilayah timur, Persipura satu grup dengan PSMS Medan, Persik dan Arema Malang.
Pada babak 8 besar, Persipura kembali jadi tim yang tangguh. Dari 3 laga, semuanya disapu bersih dengan kemenangan 1-0. Hasil ini pun membuat Persipura berhak ke final Liga Indonesia 2005/06.
Di babak final yang berlangsung di SUGBK pada 25 September 2005, Persipura ditantang oleh Persija.
Tim Macan Kemayoran melaju ke final setelah menjadi juara grup wilayah barat. Duel Persipura kontra Persika di SUGBK saat itu ibarat perang bintang.