Kisah Tahanan Politik 65 dalam Nyanyi Sunyi Kembang-Kembang Genjer

admin, Doddy Rosadi

Kamis, 13 Februari 2014 | 09:33 WIB
Kisah Tahanan Politik 65 dalam Nyanyi Sunyi Kembang-Kembang Genjer
Logo Goethe Institute. (foto: www.urbanesia.com)

Suara.com - Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional 2014, Institut Ungu mempersembahkan teater “Nyanyi Sunyi Kembang-Kembang Genjer”, yang akan dipentaskan tanggal 7-8 Maret 2014di GoetheHaus, Menteng, Jakarta Pusat.

Naskah drama “Nyanyi Sunyi Kembang-Kembang Genjer” ditulis oleh Faiza Mardzoeki yang sekaligus menyutradarai dan menjadi produser pertunjukan teater ini.  Proses teater ini berawal dari penelitian yang dilakukan Faiza bersama timnya selama hampir dua tahun. Penelitian ini dilakukan antara lain dengan mewawancarai para perempuan penyintas tahanan politik ‘65 di Jogjakarta, Solo, Klaten, Sragen, Semarang, Jakarta, serta beberapa eksil Swedia dan Belanda, hingga mengunjungi lokasi yang dulu dipakai sebagai tempat isolasi para tahanan perempuan, Plantungan.

“Selain wawancara, tim membaca berbagai literatur sejarah dan diadakan pula diskusi dengan berbagai kalangan ahli sejarah ‘65.  Penulisan naskah drama dengan latar sejarah ‘65 bukan perkara mudah. Apalagi Faiza dan timnya adalah generasi yang lahir tahun 70 an, yang bertahun-tahun mengalami langsung era ‘ketakutan’ akibat propaganda hitam tentang perempuan-perempuan tahanan politik ‘65 oleh Orde Baru. Apa yang dijumpai di lapangan saat melakukan riset adalah hal yang bertolak belakang dengan apa yang dijejalkan melalui kurikulum sekolah resmi,” demikian keterangan tertulis dari Institut Ungu.

Akhirnya naskah bisa diselesaikan di awal Januari 2013. Proses selanjutnya melakukan tahapan reading dan bongkar-pasang struktur cerita hingga menemukan titik yang paling dianggap tepat. Lalu melakukan audisi calon pemain dan memulai proses latihan dan diskusi bersama tim kreatif dan para aktor yang akan berperan, sejak Oktober 2013.

Nyanyi Sunyi Kembang-Kembang Genjer mengangkat kisah pergulatan pikiran dan batin lima perempuan berumur 70an sampai 83 tahun yang dulu pernah menjadi tahanan politik ‘65 selama lebih dari sepuluh tahun.

Mereka bertahan menghadapi hari-hari di masa tuanya dan bergulat dengan kenangan kegembiraan dan kebanggaan akan masa mudanya. Dengan menggendong pengalaman pahit dan traumanya akibat kekerasan seksual, mereka menghadapi stigma yang ditempelkan padanya oleh kekuasaan.
Ini semua harus dihadapi oleh cucu salah seorang dari Eyang-eyang ini, baik sebagai tantangan pribadi dan keluarga maupun sebagai perempuan muda yang memikirkan realitas negerinya.

Masa lalu mereka merupakan bagian dari sejarah Indonesia yang ikut membentuk generasi sekarang, yaitu kita semua. Teater ini dibuat untuk memberi suara dan menolak lupa tentang para perempuan korban politik ‘65. Mereka, para penyintas itu adalah warga negara sah yang mempunyai hak sama dengan warga negara lainnya. Mereka bahkan telah turut serta membangun fondasi bagi berdirinya bangsa Indonesia, terutama bagi kemajuan perempuan.

Akan tetapi mereka telah diperlakukan tidak adil dalam berbagai bentuknya, antara lain dengan dipenjara bertahun-tahun tanpa pernah ada proses hukum, mengalami kekerasan seksual selama masa penahanan, diberi stigma dan fitnah seksual. Teater Nyanyi Sunyi Kembang-Kembang Genjer didedikasikan kepada para perempuan yang pernah menjadi tahanan politik ‘65 dan korban kekerasan seksual di Indonesia dan di seluruh dunia.

Diperankan oleh enam pemain perempuan yang sudah berpengalaman di dunia panggung dari tiga kota, yakni Jakarta, Bandung dan Lampung. Mereka adalah Niniek L Karim, Pipien Putri, Irawita, Ani Surestu (Jakarta) Ruth Marini, aktor yang banyak ditempa di sebuah grup teater ternama di Lampung dan Heliana Sinaga, aktor teater asal Bandung.

Tim Kreatif terdiri dari Penata Musik dan Komposer Marcello Pellitteri, musisi yang berbasis di New York (pernah bekerjasama dalam produksi Institut Ungu 2011, Rumah Boneka), Penata Panggung dan Cahaya Iskandar Loedin, Penata Suara Mogan Pasaribu, Videografer Amerta Kusuma, Penata Kostum Irina Dayasih, Penata Rias Atta Cucok dan Asisten Sutradara Ayez Kassar serta Pelatih Akting Wawan Sofwan.

Nyanyi Sunyi Kembang-Kembang Genjer mendapat dukungan dana dari Hivos dan Elemental Productions (Los Angles) dan donasi dari berbagai kalangan. Kegiatan ini juga didukung oleh berbagai organisasi masyarakat antara lain ELSAM, Perempuan Mahardhika, Indonesia untuk Kemanusiaan dan Bites.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

Vonis Ditambah Tanpa Saksi Mata, Serikat Tapol Ajukan Amicus Curiae Bela Dua Aktivis Demo Agustus

Vonis Ditambah Tanpa Saksi Mata, Serikat Tapol Ajukan Amicus Curiae Bela Dua Aktivis Demo Agustus

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:34 WIB

Kesaksian Akbar Husein soal Tragedi Bawaslu 2019: Ditangkap, Disiksa, hingga Ada yang Meninggal

Kesaksian Akbar Husein soal Tragedi Bawaslu 2019: Ditangkap, Disiksa, hingga Ada yang Meninggal

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:46 WIB

Eks Tapol Bongkar Ngerinya Siksaan 'Ular Listrik' Rezim Jokowi: Ada Ojol Disiksa Sampai Mata Copot

Eks Tapol Bongkar Ngerinya Siksaan 'Ular Listrik' Rezim Jokowi: Ada Ojol Disiksa Sampai Mata Copot

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 13:51 WIB

Akbar Husein Kenang Kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Bawaslu: Ada Koordinasi Aktivis hingga Purnawirawan

Akbar Husein Kenang Kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Bawaslu: Ada Koordinasi Aktivis hingga Purnawirawan

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 12:54 WIB

Gerakan Muda Lawan Kriminalisasi Ungkap Rantai Kekerasan Jerat 709 Tahanan Politik Muda Indonesia

Gerakan Muda Lawan Kriminalisasi Ungkap Rantai Kekerasan Jerat 709 Tahanan Politik Muda Indonesia

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 17:53 WIB

Tikungan Terakhir! 30 Kilometer Kebebasan Laras

Tikungan Terakhir! 30 Kilometer Kebebasan Laras

Liks | Kamis, 19 Februari 2026 | 16:42 WIB

Tok! Laras Faizati Divonis 6 Bulan Penjara Kasus Penghasutan, Tapi Hakim Perintahkan Langsung Bebas

Tok! Laras Faizati Divonis 6 Bulan Penjara Kasus Penghasutan, Tapi Hakim Perintahkan Langsung Bebas

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 12:48 WIB

Ungkap Tindakan Tak Manusiawi Polisi, Laras Faizati: Saya Diberi Obat Basi, Diledek saat Ibu Sakit!

Ungkap Tindakan Tak Manusiawi Polisi, Laras Faizati: Saya Diberi Obat Basi, Diledek saat Ibu Sakit!

News | Senin, 05 Januari 2026 | 17:08 WIB

Tahanan Demo Agustus 2025 Meninggal di Rutan Medaeng, Mantan Napol Desak Investigasi Independen!

Tahanan Demo Agustus 2025 Meninggal di Rutan Medaeng, Mantan Napol Desak Investigasi Independen!

News | Kamis, 01 Januari 2026 | 11:09 WIB

Terkini

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo

Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Tempe Tak Hanya Jadi Lauk, Kini Dikembangkan Menjadi Camilan Tinggi Protein

Tempe Tak Hanya Jadi Lauk, Kini Dikembangkan Menjadi Camilan Tinggi Protein

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Sokoguru Policy Series Jadi Wadah Kolaborasi untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Sokoguru Policy Series Jadi Wadah Kolaborasi untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:39 WIB

Kabut Asap Ganggu Aktivitas Masyarakat Sumut, Gubsu Bobby Siapkan Modifikasi Cuaca

Kabut Asap Ganggu Aktivitas Masyarakat Sumut, Gubsu Bobby Siapkan Modifikasi Cuaca

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:38 WIB

BNCT Siapkan SMP Baru untuk Anak-anak Belawan, Target Beroperasi 2028

BNCT Siapkan SMP Baru untuk Anak-anak Belawan, Target Beroperasi 2028

Sumut | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:32 WIB

Sukses di Bioskop, Alas Roban The Series Siap Teror Penonton ANTV dan Netflix

Sukses di Bioskop, Alas Roban The Series Siap Teror Penonton ANTV dan Netflix

Entertainment | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:27 WIB

×