Akbar Husein Kenang Kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Bawaslu: Ada Koordinasi Aktivis hingga Purnawirawan

Vania Rossa

Kamis, 28 Mei 2026 | 12:54 WIB
Akbar Husein Kenang Kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Bawaslu: Ada Koordinasi Aktivis hingga Purnawirawan
Eks Tahanan Politik (Tapol) tahun 2019, Akbar Husein. (tangkap layar)
baca 10 detik
  • Akbar Husein mengungkap koordinasi aksi massa di depan Gedung Bawaslu Jakarta pada 21-22 Mei 2019 akibat tuduhan kecurangan pemilu.
  • Kelompok aktivis, purnawirawan TNI, dan tokoh agama terorganisir melakukan mobilisasi massa besar-besaran untuk menekan Bawaslu mendiskualifikasi keputusan KPU.
  • Bentrokan antara massa dan aparat keamanan terjadi di kawasan Thamrin hingga Tanah Abang yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Suara.com - Eks Tahanan Politik (Tapol) tahun 2019, Akbar Husein, kembali mengenang peristiwa kelam yang terjadi pada 21-22 Mei 2019 di depan Gedung Bawaslu, Jakarta. Akbar membeberkan dinamika di balik layar, mulai dari tudingan kecurangan pemilu hingga koordinasi intensif yang melibatkan berbagai elemen aktivis, purnawirawan TNI, hingga tokoh agama. 

Akbar menyebut bahwa gerakan tersebut dipicu oleh keresahan para pendukung mantan pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo dan Sandiaga Uno saat itu yang menganggap Pemilu 2019 penuh dengan kecurangan.

"Kita itu memang udah satu suara tuh bahwa pemilu 2019 itu curang. Jokowi sebagai petahana kita anggap sudah berbuat curang. Terus juga pemilu tuh betul-betul dipermainkanlah kayak gitu sama beliau Pak Jokowi ini sebagai presiden kan pada pemilihan presiden 2019," ujar Akbar mengenang masa tersebut dalam kanal Youtube Forum Keadilan TV, Kamis (28/5/2026). 

Sebagai koordinator lapangan (korlap) saat itu, Akbar menceritakan bahwa sebelum puncak kerusuhan pada 21-22 Mei, pihaknya telah melakukan rentetan aksi atau "rally" untuk mengumpulkan massa. Ia memperkirakan jumlah massa yang berkumpul di kawasan Thamrin dan Sarinah mencapai ratusan ribu orang pada malam hari.

Menurutnya, aksi tersebut bukan sekadar spontanitas, melainkan hasil koordinasi matang antar kelompok. Ia menyebutkan sejumlah nama besar yang terlibat dalam koordinasi tersebut, mulai dari kalangan aktivis hingga jenderal purnawirawan.

"Ada briefing-briefing lah, rapatlah kayak gitu. Di situ ada Bang Jumhur (Hidayat), Bang Ferry Juliantono, Bang Rizal Kobar, terus saya, Bang Andrianto. Dari teman-teman di Betawi juga ada Bang Jali Pitung," ungkapnya. 

Tak hanya aktivis, Akbar juga menyebut adanya keterlibatan unsur purnawirawan TNI dan tokoh agama dalam lingkaran koordinasi. 

"Dari kelompok barisan tentara koordinasi juga. Kumpul-kumpul juga tuh, ada Pak Kivlan Zen, Pak Slamet Soebijanto, Pak Sunarko, sampai Pak Sjafrie Sjamsoeddin. Terus juga di barisan umat Islamnya ya Bang Sobri Lubis, Hanif Alatas, sama Mbak Neno Warisman," tambahnya. 

Akbar menggambarkan suasana Jakarta saat itu sangat tegang. Status siaga satu diberlakukan oleh pihak kepolisian, sementara helikopter terus memantau dari udara.

baca juga

"Helikopter tuh udah meraung-raung aja di atas tuh dan udah ada nyiram-nyiram gas air mata Bang itu dari mulai sore lah untuk mencegah ini nih. Dan itu waktu itu bulan puasa sampai akhirnya pecah sekitar tengah malam jam 11 lah," tuturnya.

Pertempuran antara massa dan aparat pecah di wilayah Thamrin hingga bergeser ke area Blok A Tanah Abang. Akbar mengakui adanya korban jiwa dalam bentrokan tersebut. Namun, hal itu justru memicu emosi massa yang lebih besar hingga terjadi pembakaran di beberapa titik. 

Akbar menegaskan bahwa target utama dari mobilisasi massa besar-besaran tersebut adalah untuk menekan pihak Bawaslu agar mengambil tindakan tegas terhadap hasil keputusan KPU.

"Target kita ya mempressure Bawaslu. Kita menekan Bawaslu untuk menganulir, mendiskualifikasi keputusan KPU-nya yang memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin," tegasnya.

Meski tokoh-tokoh besar seperti Amien Rais, Titiek Soeharto, bahkan Prabowo Subianto sempat hadir di sekitar lokasi aksi, Akbar menyayangkan sikap pemerintah saat itu yang dianggapnya menghadapi rakyat dengan kekerasan.

"Ternyata dianggap sama Jokowi ini kan kita ini perusuh, rakyatnya dihadapi sama kekerasan. Belum apa-apa sudah meraung-raung helikopter di angkasa Sarinah, udah nyeramin inilah sampai teman-teman tuh pada ngerasain pedih, perih," ungkapnya.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sodorkan Konsep MLPR, Pakar UMY Ridho Al-Hamdi Usulkan 'Omnibus Law Politik' yang Terbuka

Sodorkan Konsep MLPR, Pakar UMY Ridho Al-Hamdi Usulkan 'Omnibus Law Politik' yang Terbuka

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:37 WIB

Kronologis Tewasnya Bocah Aborigin di Australia, Pelaku Diamuk Massa, Kerusuhan Pecah

Kronologis Tewasnya Bocah Aborigin di Australia, Pelaku Diamuk Massa, Kerusuhan Pecah

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 08:20 WIB

Berlangsung Masif dan Meluas, Komnas HAM Belum Temukan Dalang Kerusuhan Demo Agustus 2025

Berlangsung Masif dan Meluas, Komnas HAM Belum Temukan Dalang Kerusuhan Demo Agustus 2025

News | Senin, 20 April 2026 | 19:59 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×