Suara.com - Kediri, Abu dan pasir dari letusan Gunung Kelud menutupi hampir semua jalan dan atap rumah penduduk di Kediri, Jawa Timur, Sabtu (15/2/2014).
Debu di jalan raya nampak cukup tebal. Pengguna kendaraan sangat berhati-hati ketika melintas di daerah itu karena jarak pandang terbatas, sekitar 1 kilometer.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Syamsul Maarif, telah memerintahkan pengerahan 2.500 anggota TNI dan Polri untuk membantu membersihkan jalan.
Proses pembersihan jalan dari debu dan pasir didukung dengan alat-alat berat.
"Di daerah lain, aparat juga membersihkan jalan. Warga juga secara swadaya membersihkan jalan dan atap-atap rumah," kata Syamsul.
Selama abu dan pasir belum dibersihkan, masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
"Kebutuhan mendesak adalah masker, alat-alat untuk membersihkan abu pasir di jalan, dan mobil tangki air," katanya.
Kondisi Gunung Kelud pagi tadi pukul 06.00 WIB terlihat warna asap putih abu-abu. Status masih Awas.
Pengosongan sampai radius 10 kilometer dari aktivitas masyarakat masih berlaku.
"Ada tren makin menurun aktivitas vulkaniknya," kata Syamsul tentang aktivitas Gunung Kelud termutakhir.