Pembantaian Terus Terjadi di Republik Afrika Tengah

admin, Doddy Rosadi

Kamis, 20 Februari 2014 | 06:54 WIB
Pembantaian Terus Terjadi di Republik Afrika Tengah
Aksi pembakaran yang dilakukan warga Republik Afrika Tengah. (foto: www.presstv.ir)

Suara.com - Tingkat kekerasan terhadap penduduk sipil dan pembunuhan yang menargetkan kelompok minoritas di Republik Afrika Tengah menunjukkan kegagalan upaya internasional untuk melindungi penduduk. Demikian disampaikan organisasi kemanusiaan medis internasional Dokter Lintas Batas (MSF). Ini adalah bukti lemahnya respons internasional atas krisis ini yang berakibat pada terlantarnya penduduk Afrika Tengah.

MSF menyerukan kepada anggota Dewan Keamanan PBB, serta negara-negara donor, untuk segera bertindak demi menghentikan kekejaman yang dilakukan terhadap penduduk, menciptakan tingkat keamanan yang dibutuhkan penduduk untuk bergerak bebas tanpa mengkhawatirkan keselamatan jiwa mereka dan mengirimkan bantuan dalam skala besar untuk memenuhi kebutuhan dasar penduduk. Para pemimpin lokal dan nasional harus bertindak sedapat mungkin untuk menghentikan kekerasan dan meningkatkan perlindungan.

“Kekhawatiran utama kami adalah perlindungan. Kami merasa tidak berdaya  saat didahadapkan dengan kekerasan ekstrem, kami merawat ribuan orang yang terluka, dan melihat ratusan ribu orang melarikan diri karena itu adalah satu-satunya pilihan untuk menghindari pembantaian,” kata Dr. Joanne Liu, Presiden Internasional MSF, yang baru saja kembali dari Republik Afrika Tengah, dalam siaran pers, Rabu (19/2/2014).

“Keterlibatan dan mobilisasi para pemimpin politik di Dewan Keamanan PBB sangat amat kurang, begitu juga dengan negara-negara Afrika dan Uni Afrika dalam mengatasi kekerasan yang telah sungguh-sungguh mengoyak Republik Afrika Tengah,” tegasnya.

Penduduk sipil Afrika Tengah dari kedua komunitas agama terperangkap dalam kekerasan yang dihasut oleh kelompok-kelompok bersenjata yang paling bertanggung jawab atas kekejaman-kekejaman yang terjadi. Sejak 5 Desember, tim MSF telah merawat lebih dari 3600 orang yang terluka di ibukota dan di berbagai wilayah lain. Ini mencakup luka-luka akibat senjata api, granat, golok, pisau, dan luka-luka akibat kekerasan lainnya.

Tim MSF terus dihadapkan pada serangan-serangan kekerasan yang terjadi di dekat atau di dalam rumah sakit. Sebagai contoh pada 12 Februari di kota Berberati, orang-orang yang membawa senjata tajam dan senjata api masuk ke  dalam rumah sakit tempat MSF bekerja, mereka melepaskan tembakan dan mengancam para pasien. Dua pasien lari dari rumah sakit, khawatir akan keselamatan mereka.

Pada beberapa kejadian lain yang sudah tak terhitung jumlahnya dan terjadi di berbagai lokasi, pemimpin setempat, pemuka agama, dan staf medis MSF harus melakukan intervensi fisik pada situasi di mana orang-orang bersenjata menyerang atau mengancam untuk membunuh, termasuk pasien yang sakit dan terluka. Pasien-pasien kerap menolak untuk dibawa dengan ambulans demi menghindari kekerasan lanjutan. Dalam berbagai kasus lain, situasi yang secara umum tidak aman menyebabkan risiko terlalu besar untuk menempuh perjalanan darat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Raja Yordania Buru Pembantai Jemaat Gereja Karak, Janji Tindak Tegas

Raja Yordania Buru Pembantai Jemaat Gereja Karak, Janji Tindak Tegas

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Pelaku Penembakan 3 ASN di Jayawijaya Teridentifikasi, Pernah Culik Pilot dan Pembantaian Karyawan

Pelaku Penembakan 3 ASN di Jayawijaya Teridentifikasi, Pernah Culik Pilot dan Pembantaian Karyawan

News | Jum'at, 11 September 2026 | 15:03 WIB

Innalillahi! Detik-detik Tambang Emas Ilegal Longsor, Lebih dari 100 Orang Tewas

Innalillahi! Detik-detik Tambang Emas Ilegal Longsor, Lebih dari 100 Orang Tewas

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 18:35 WIB

100 Orang Tewas Tertimbun Tambang Emas Tradisional Runtuh, Puluhan Orang Hilang di Desa Zamboye

100 Orang Tewas Tertimbun Tambang Emas Tradisional Runtuh, Puluhan Orang Hilang di Desa Zamboye

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:41 WIB

Siswa Thailand Bawa Pistol Kakek ke Sekolah, Berondong Guru dan Murid Muntahkan 26 Peluru

Siswa Thailand Bawa Pistol Kakek ke Sekolah, Berondong Guru dan Murid Muntahkan 26 Peluru

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:52 WIB

Prabowo 'Hardik' Negara Besar Soal Pembantaian, Pakar UMY Ungkap Target Spesifik di Baliknya!

Prabowo 'Hardik' Negara Besar Soal Pembantaian, Pakar UMY Ungkap Target Spesifik di Baliknya!

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 14:12 WIB

Koalisi Sipil Laporkan Pembunuhan Sadis Abral Wandikbo ke Komnas HAM: Ditangkap Tanpa Alasan Jelas

Koalisi Sipil Laporkan Pembunuhan Sadis Abral Wandikbo ke Komnas HAM: Ditangkap Tanpa Alasan Jelas

News | Jum'at, 13 Juni 2025 | 19:20 WIB

Ngakak! Aurora Ribero dan Kaneishia Yusuf Ungkap Rahasia Sindir Halus di Lokasi Syuting!

Ngakak! Aurora Ribero dan Kaneishia Yusuf Ungkap Rahasia Sindir Halus di Lokasi Syuting!

Video | Selasa, 03 Juni 2025 | 19:37 WIB

Ulasan Film Pembantaian Dukun Santet: Bikin Takut, tapi Endingnya Hambar

Ulasan Film Pembantaian Dukun Santet: Bikin Takut, tapi Endingnya Hambar

Your Say | Kamis, 15 Mei 2025 | 12:32 WIB

Darah Mengalir di Film 'Pembantaian Dukun Santet': Siapa Sakti, Siapa Jadi Korban?

Darah Mengalir di Film 'Pembantaian Dukun Santet': Siapa Sakti, Siapa Jadi Korban?

Video | Sabtu, 17 Mei 2025 | 14:00 WIB

Terkini

Syarat Mengurus Surat Numpang Nikah Beda Provinsi di KUA

Syarat Mengurus Surat Numpang Nikah Beda Provinsi di KUA

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:05 WIB

7 Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kencang dan Halus Usia 40 Tahun ke Atas

7 Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kencang dan Halus Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:03 WIB

Taisei Marukawa Ungkap Kabar Terbaru Naturalisasi, Dua Minggu Lagi Bisa Jadi WNI

Taisei Marukawa Ungkap Kabar Terbaru Naturalisasi, Dua Minggu Lagi Bisa Jadi WNI

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:01 WIB

Sisi Gelap Host Live Streaming: Dapat Cuan Gede tapi Dieksploitasi?

Sisi Gelap Host Live Streaming: Dapat Cuan Gede tapi Dieksploitasi?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:00 WIB

BEM Undira Sebut Almamaternya Dicatut Mahasiswa Gadungan di Deklarasi Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

BEM Undira Sebut Almamaternya Dicatut Mahasiswa Gadungan di Deklarasi Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:54 WIB

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.546.000/Gram

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.546.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp18.121 per Dolar AS, Ini Sentimen Pendorongnya

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp18.121 per Dolar AS, Ini Sentimen Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:52 WIB

Apakah Setelah BB Cream Harus Memakai Bedak? Ini Penjelasannya

Apakah Setelah BB Cream Harus Memakai Bedak? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:52 WIB

Wamensos Ajak Generasi Muda Wujudkan Cita-cita Sumpah Pemuda dan Proklamasi

Wamensos Ajak Generasi Muda Wujudkan Cita-cita Sumpah Pemuda dan Proklamasi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:50 WIB

Green SM Perluas Bisnis, Kini Masuk Pasar Ojek Motor Listrik

Green SM Perluas Bisnis, Kini Masuk Pasar Ojek Motor Listrik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:48 WIB

×