Nanik Tetap Jabat Komisaris Pertamina Usai Mundur dari BGN, Tunjangannya Lebih Besar

M Nurhadi

Kamis, 23 Juli 2026 | 10:18 WIB
Nanik Tetap Jabat Komisaris Pertamina Usai Mundur dari BGN, Tunjangannya Lebih Besar
Nanik S Deyang (Suara.com/Novian)
baca 10 detik
  • Nanik S Deyang mundur sebagai Kepala Badan Gizi Nasional pada Juli 2026 demi menjalani pengobatan jantung ke luar negeri.
  • Presiden Prabowo Subianto menyetujui pengunduran diri tersebut dan meminta Nanik untuk tetap memantau operasional lembaga di luar struktur.
  • Meskipun meninggalkan Badan Gizi Nasional, Nanik tetap aktif menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Pertamina sejak tahun 2025.

Suara.com - Nanik S Deyang resmi melepaskan jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan berat ini harus diambil lantaran ia mengalami gangguan kesehatan pada bagian jantung, yang mengharuskannya untuk fokus pada proses pemulihan dan menjalani serangkaian pengobatan ke luar negeri.

Langkah pengunduran diri ini terbilang mengejutkan, mengingat Nanik baru memimpin institusi tersebut selama kurang lebih 1,5 bulan setelah dilantik secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 8 Juni 2026.

Nanik mengungkapkan bahwa permohonan pamit tersebut telah ia sampaikan secara personal kepada Presiden.

"Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya," tulis Nanik dalam keterangannya.
Merespons keputusan tersebut, Presiden Prabowo dikabarkan memaklumi dan menyetujui pengunduran dirinya atas dasar keprihatinan terhadap kondisi fisik Nanik. Meski demikian, Presiden tetap menaruh kepercayaan dan memintanya untuk turut memantau jalannya operasional BGN dari luar struktur.

Tepat di hari pengumuman mundurnya, Nanik langsung bertolak ke luar negeri untuk menjalani pemeriksaan medis lanjutan. Ia menegaskan bahwa pilihan berobat ke luar negeri ini murni untuk mencari second opinion atau pandangan medis alternatif atas saran seorang kolega, bukan karena meragukan kompetensi para dokter spesialis di Indonesia.

Tetap Duduki Kursi Komisaris Pertamina
Kendati telah melepaskan tanggung jawab di Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang diketahui masih berstatus aktif sebagai Komisaris Independen di PT Pertamina (Persero). Posisi strategis di jajaran dewan pengawas perusahaan migas pelat merah tersebut telah diembannya sejak 12 Juni 2025 atas amanat dari Menteri BUMN untuk memastikan penerapan tata kelola korporasi yang sehat.

Perbandingan Jomplang Gaji BGN dan Pertamina
Terdapat selisih nominal kompensasi yang sangat mencolok antara jabatan sebagai pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional dibandingkan dengan posisi Komisaris di PT Pertamina.

Penghasilan Sebagai Kepala BGN Kompensasi yang diterima sebagai Kepala BGN memiliki standar yang setara dengan fasilitas menteri negara, yakni total penerimaan tunai sekitar Rp18,6 juta setiap bulannya. Rincian fasilitas tersebut meliputi:

Gaji pokok bulanan sebesar Rp5.040.000.
Tunjangan jabatan dan tunjangan representasi yang berkisar di angka Rp13.608.000.
Fasilitas penunjang operasional berupa kendaraan dinas, rumah jabatan, serta asuransi kesehatan.
Kompensasi Fantastis Komisaris Pertamina Di sisi lain, penghasilan sebagai dewan komisaris di Pertamina menembus angka miliaran rupiah. Merujuk pada aturan Kementerian BUMN, struktur gajinya dipersentasekan dari gaji Direktur Utama Pertamina (yang ditaksir menyentuh Rp300 juta hingga Rp400 juta per bulan). Berikut rincian estimasi kompensasinya:

baca juga

Honorarium Pokok: Anggota komisaris menerima 90% dari porsi honor Komisaris Utama (di mana Komisaris Utama menerima 45% dari gaji Dirut). Total pundi-pundi pendapatan tahunan dari honorarium ini diperkirakan mencapai Rp1,4 miliar hingga Rp1,7 miliar.
Tunjangan Transportasi: Anggota mendapatkan tambahan sebesar 20% dari nilai honorarium bulanan.
Tunjangan Hari Raya (THR): Diberikan sebesar satu kali nilai honorarium bulanan penuh.
Asuransi Purna Jabatan: Fasilitas premi dengan batas maksimal hingga 25% dari akumulasi honorarium selama satu tahun.
Tantiem (Insentif Kinerja Akhir Tahun): Bonus yang disesuaikan dengan capaian laba bersih perusahaan dan disahkan dalam RUPS, dengan taksiran nilai yang bisa menyentuh Rp2 miliar hingga lebih dari Rp5 miliar per orang dalam setahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa itu Sudaryono Kepala BGN? Ini Profil, Silsilah Keluarga, dan Kekayaannya

Siapa itu Sudaryono Kepala BGN? Ini Profil, Silsilah Keluarga, dan Kekayaannya

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 10:10 WIB

Sudaryono dari Partai Apa? Ditunjuk Jadi Kepala BGN yang Baru

Sudaryono dari Partai Apa? Ditunjuk Jadi Kepala BGN yang Baru

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:12 WIB

Serahkan Dugaan Korupsi MBG ke Penegak Hukum, Kepala BGN Baru Pilih Fokus Kerja

Serahkan Dugaan Korupsi MBG ke Penegak Hukum, Kepala BGN Baru Pilih Fokus Kerja

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 21:07 WIB

Sudaryono Resmi Jadi Kepala BGN, Bawa Misi Zero Tolerance Korupsi

Sudaryono Resmi Jadi Kepala BGN, Bawa Misi Zero Tolerance Korupsi

Foto | Rabu, 22 Juli 2026 | 20:44 WIB

Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem

Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:25 WIB

Sudaryono Warning Sahabat hingga Alumni, Jangan Harap Dapat 'Jatah' di Program MBG

Sudaryono Warning Sahabat hingga Alumni, Jangan Harap Dapat 'Jatah' di Program MBG

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:11 WIB

Terkini

Komdigi Koordinasi dengan 3 Operator Selular Cari Lokasi 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Komdigi Koordinasi dengan 3 Operator Selular Cari Lokasi 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Minggu, 13 September 2026 | 08:55 WIB

Single Life Bukan Kegagalan: Saat Perempuan Tak Lagi Takut Hidup Melajang

Single Life Bukan Kegagalan: Saat Perempuan Tak Lagi Takut Hidup Melajang

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 08:45 WIB

Emil Audero Debut 7 Penyelamatan Saat Rayo Vallecano Dipermalukan Kylian Mbappe

Emil Audero Debut 7 Penyelamatan Saat Rayo Vallecano Dipermalukan Kylian Mbappe

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 08:40 WIB

7 Cara Memilih Kompor Portable untuk Camping dan Traveling yang Aman Sekaligus Praktis

7 Cara Memilih Kompor Portable untuk Camping dan Traveling yang Aman Sekaligus Praktis

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 08:25 WIB

Dihadiri Wali Kota dan Plt Gubernur Riau, PSPS Pekanbaru Malah Kalah di Semarang

Dihadiri Wali Kota dan Plt Gubernur Riau, PSPS Pekanbaru Malah Kalah di Semarang

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 08:15 WIB

Apakah Puff Cushion yang Lembap Bisa Memicu Timbulnya Jerawat Baru?

Apakah Puff Cushion yang Lembap Bisa Memicu Timbulnya Jerawat Baru?

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 08:13 WIB

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

News | Minggu, 13 September 2026 | 08:05 WIB

Harga HP Tecno RAM 8 GB Terbaru, Mulai Rp1 Jutaan Spek Menawan

Harga HP Tecno RAM 8 GB Terbaru, Mulai Rp1 Jutaan Spek Menawan

Tekno | Minggu, 13 September 2026 | 08:05 WIB

Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?

Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 08:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 08:00 WIB

×