Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengintegrasikan wisata budaya dan sejarah di Ibukota Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan proyek ini nanti akan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu heritage trail, historical trail, dan patriot trail.
"Misalnya bagaimana menyambungkan heritage trail, kawasan Sunda Kelapa lalu disambungkan ke Kota Tua, lalu disambungkan ke Ancol. Lalu misalnya patriot trail, bagaimana menyambungkan Monas, Tugu Proklamasi dan yang berkaitan dengan kepahlawanan," kata Jokowi di Balaikota, Jakarta, Senin (3/4/2014).
Program ini akan dikerjakan dalam lima tahun hingga enam tahun ke depan dengan anggaran Rp20 triliun.
Proyek integrasi sejarah-budaya akan melibatkan konsorsium dan kalangan swasta pecinta budaya Jakarta.
Jokowi menambahkan untuk saat ini, rencana integrasi masih dalam tahap reservasi, konservasi, restorasi, dan rekonstruksi.
Tujuan dari kegiatan ini, menurut Jokowi, untuk memberikan pelajaran sejarah kepada generasi muda.
"Supaya kita tak lupa dengan akar sejarah, budaya, dari siapa kita jadi seperti ini sehingga kita tak kehilangan akar kita. Ini yang sering mengabaikan, sehingga jati diri kita hilang," tuturnya. "Dari situ, kita punya visi global kita seperti apa. Kalau enggak kita akan seperti ini terus. Parsial. Enggak ada visi besarnya. Orang itu harus punya visi besarnya seperti apa?"
Selain itu, juga bertujuan untuk menjembatani antara budaya modern dan budaya tradisional.
Bagi Jokowi, Jakarta merupakan provinsi yang kaya akan budaya dan sejarah. Karena itu, dia sangat mendukung program direalisasikan.
"Saya juga termasuk orang yang suka herigate. Solo dulu saya masukan Solo sebagai kota satu-satunya, saat itu, yang masuk organisation world herigate city dan pernah jadi tuan rumah juga," kata Jokowi. "Nah ini kan ada kota tua, itu kawasan terbesar di ASIA, seluas 284 hektar, terbesar di Indonesia lho."