Tim SAR Evakuasi Pendaki Slamet yang Tertahan

Achmad Sakirin

Rabu, 12 Maret 2014 | 11:25 WIB
Tim SAR Evakuasi Pendaki Slamet yang Tertahan
Sejumlah siswa bermain di halaman Sekolah mereka yang berjarak 5 kilometer dari Gunung Slamet. (Antara/Oky Lukmansyah)

Suara.com - Petugas Search and Rescue (SAR) gabungan mengevakuasi 19 pendaki dari puncak Gunung Slamet ke pos pendakian di Dusun Bambangan, Desa Kutabawa, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Sebelumnya mereka dikabarkan tertahan di pos pendakian Gunung Slamet.

Petugas SAR gabungan yang dibantu TNI melakukan penjemputan terhadap para pendaki setelah mendapat informasi tentang status Gunung Slamet yang dinaikkan dari normal (level I) menjadi waspada (level II) pada Senin (10/3), pukul 21.00 WIB.

"Mereka berasal dari Jakarta dan tiba di Pos Bambangan dalam dua rombongan. Rombongan pertama tiba pukul 04.00 WIB, sedangkan yang kedua tiba pukul 07.00 WIB," kata petugas SAR Kutabawa, Slamet Hardiansah, kepada wartawan di Purbalingga, Rabu (12/3/2104).

Slamet juga menyatakan tim SAR lebih dulu menjemput pendaki dari Pos 2.

"Kami juga mendapat informasi jika ada pendaki yang berada di Pos 2. Oleh karena itu, kami lebih dulu menjemput pendaki dari Pos 2 dan mereka tiba di Pos Bambangan pukul 04.00 WIB, sedangkan pendaki yang berada di Pos 5 tiba di Pos Bambangan pukul 07.00 WIB," katanya.

Salah seorang pendaki, Risnandar, mengaku mendaki Gunung Slamet bersama teman-temannya yang berjumlah 10 orang pada hari Senin kemarin. Pemuda 21 tahun itu tidak mengetahui jika Gunung Slamet mengalami peningkatan aktivitas.

"Kami tidak merasakan adanya getaran atau suara gemuruh," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dinbudparpora) Purbalingga, Prayitno mengatakan bahwa sejumlah pendaki nekat mendaki meskipun telah mengetahui status Gunung Slamet ditingkatkan menjadi "Waspada". (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

24 Pendaki Gunung Slamet Tertahan di Pos Pendakian

24 Pendaki Gunung Slamet Tertahan di Pos Pendakian

News | Rabu, 12 Maret 2014 | 10:52 WIB

Basarnas DIY Siapkan Tim ke Wilayah Gunung Slamet

Basarnas DIY Siapkan Tim ke Wilayah Gunung Slamet

News | Rabu, 12 Maret 2014 | 06:34 WIB

Jalur Pendakian Gunung Slamet Ditutup

Jalur Pendakian Gunung Slamet Ditutup

News | Selasa, 11 Maret 2014 | 15:18 WIB

Hembusan Gunung Slamet

Hembusan Gunung Slamet

Foto | Selasa, 11 Maret 2014 | 14:40 WIB

Gunung Slamet Tak Lagi Keluarkan Asap Hitam

Gunung Slamet Tak Lagi Keluarkan Asap Hitam

News | Selasa, 11 Maret 2014 | 13:05 WIB

PVMBG: Status Gunung Slamet Waspada

PVMBG: Status Gunung Slamet Waspada

News | Selasa, 11 Maret 2014 | 06:50 WIB

Gunung Slamet Berstatus Waspada, Masyarakat Diminta Tenang

Gunung Slamet Berstatus Waspada, Masyarakat Diminta Tenang

News | Selasa, 11 Maret 2014 | 00:05 WIB

Terkini

Antusiasme Penggemar Apple Sambut iPhone 18 Pro Series

Antusiasme Penggemar Apple Sambut iPhone 18 Pro Series

Foto | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:43 WIB

Bukan Sekadar Pick-Up, Urban Republic Beri Pengalaman Langsung Menjajal Produk Apple Terbaru

Bukan Sekadar Pick-Up, Urban Republic Beri Pengalaman Langsung Menjajal Produk Apple Terbaru

Foto | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:43 WIB

Karhutla Ganggu Kesehatan Warga, FKUI Dorong Pemerintah Hentikan Pembakaran Hutan dan Tegakkan Hukum

Karhutla Ganggu Kesehatan Warga, FKUI Dorong Pemerintah Hentikan Pembakaran Hutan dan Tegakkan Hukum

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:42 WIB

Operasional 16 Bandara di Papua Terganggu Karhutla

Operasional 16 Bandara di Papua Terganggu Karhutla

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:40 WIB

LEPAS Indonesia dan ASCO Perluas Jaringan Mobil Listrik di Jakarta Barat

LEPAS Indonesia dan ASCO Perluas Jaringan Mobil Listrik di Jakarta Barat

Otomotif | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Dana Siap Pakai BNPB Diduga Mengalir ke Adik Suharyanto untuk Beli Saham

Dana Siap Pakai BNPB Diduga Mengalir ke Adik Suharyanto untuk Beli Saham

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:37 WIB

Kejayaan Kerajaan Sriwijaya dan Pelajaran Berharga dari Sejarahnya

Kejayaan Kerajaan Sriwijaya dan Pelajaran Berharga dari Sejarahnya

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Jadi Standby Buyer, Danantara Siap Serok Saham di Kala Pasar Modal Rungkad

Jadi Standby Buyer, Danantara Siap Serok Saham di Kala Pasar Modal Rungkad

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:28 WIB

Ramainya Bisnis Kuliner Jadi Peluang Perbankan Perluas Transaksi Digital

Ramainya Bisnis Kuliner Jadi Peluang Perbankan Perluas Transaksi Digital

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:22 WIB

Laut Itu Terlalu Luas, Ketika Anak-anak Firdaus Wajidi Menatap Titik Terakhir Sang Ayah Berkarya

Laut Itu Terlalu Luas, Ketika Anak-anak Firdaus Wajidi Menatap Titik Terakhir Sang Ayah Berkarya

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:22 WIB

×