Dilaporkan Sebagai Partai Terbanyak Ajak Anak Kampanye, Ini Jawaban PKS

Siswanto

Selasa, 18 Maret 2014 | 06:42 WIB
Dilaporkan Sebagai Partai Terbanyak Ajak Anak Kampanye, Ini Jawaban PKS
Seorang kader PKS menggendong anaknya saat mengikuti kampanye di Gelora Bung Karno Minggu (16/3). [Antara/Zabur Karuru]

Suara.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku sudah berupaya menyosialisasikan peraturan kepada para kader dan simpatisan mengenai larangan berkampanye dengan melibatkan anak-anak.

Pengurus partai nomor urut tiga itu mengklaim banyaknya anak-anak pada rapat akbar kampanye nasional Minggu (16/3/2014) yang lalu, merupakan ihwal yang tidak disengaja, dan panitia juga sudah mengantisipasi dengan menyediakan sembilan posko penitipan anak.

"Kami menilai mungkin hal itu karena banyak kader PKS yang tidak bisa menitipkan anaknya dahulu, atau karena tidak punya pembantu. Namun, kami sudah sosialisasikan mengenai peraturan itu kepada kader," kata Sekretraris Jenderal DPP PKS Taufik Ridho di Jakarta, Selasa (18/3/2014).

Untuk kampanye selanjutnya, PKS berjanji berusaha keras untuk melarang kader dan simpatisannya mengajak anak-anak dalam kampanye, sesuai Pasal 15 UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Pasal tersebut mengatur bahwa setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari "penyalahgunaan" dalam kegiatan politik.

Taufik mengakui hasil sosialisasi larangan pelibatan anak dalam kampanye yang sebelumnya dilakukan, memang dirasa kurang maksimal.

Hal itu karena, menurut dia, sosialisasi tidak dilakukan oleh semua pihak secara menyeluruh, baik parpol, KPU serta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Maka dari itu, dia menolak jika semua kesalahan dilimpahkan ke partai politik terkait banyaknya anak-anak yang ikut berkampanye.

Sebelumnya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melaporkan PKS sebagai partai yang melibatkan anak-anak paling banyak dalam berkampanye di hari pertama masa kampanye nasional.

"Hampir semua parpol melibatkan anak-anak dalam kampanye, jumlah tertinggi dipegang PKS," kata Ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh.

Selain PKS, Partai Gerindra, Hanura, Nasdem, Golkar, Demokrat, PDIP, juga dilaporkan melibatkan anak-anak dalam kampanye. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Serahkan soal Cawapres ke PDIP

Jokowi Serahkan soal Cawapres ke PDIP

News | Senin, 17 Maret 2014 | 20:50 WIB

Sibuk, Jokowi Tidak Jadi Jurkam PDIP di Jatim

Sibuk, Jokowi Tidak Jadi Jurkam PDIP di Jatim

News | Senin, 17 Maret 2014 | 20:34 WIB

Soal Lawan Politik, Jokowi Akui Sudah Biasa Diejek dan Diserang

Soal Lawan Politik, Jokowi Akui Sudah Biasa Diejek dan Diserang

News | Senin, 17 Maret 2014 | 20:09 WIB

Jadi Capres, Jokowi Mengaku Belum Punya Visi-Misi

Jadi Capres, Jokowi Mengaku Belum Punya Visi-Misi

News | Senin, 17 Maret 2014 | 20:03 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×