Boleh khianat asal santun
Boleh ingkar janji asal santun
Boleh jual negeri asal santun
Boleh menyerahkan kedaulatan negara kepada asing asal santun
(Prabowo, 23 Maret 2014)
2. Sajak Fadli Zon berjudul ‘Sajak Seekor Ikan’
Sajak Prabowo rupanya tak cukup berhasil mencuri perhatian Jokowi dan orang-orang PDI Perjuangan karena mereka santai-santai saja menanggapinya.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon kemudian meluncurkan sajak baru lagi pada Sabtu (29/3/2014).
Seekor ikan di akuarium
Kubeli dari tetangga sebelah
Warnanya merah
Kerempeng dan lincah
Setiap hari berenang menari
Menyusuri taman air yang asri
Menggoda dari balik kaca
Menarik perhatian siapa saja
Seekor ikan di akuarium
Melompat ke sungai
bergumul di air deras
Terbawa ke laut lepas
Di sana ia bertemu ikan hiu, paus dan gurita
Menjadi santapan ringan penguasa samudera
(Fadli Zon, 29 Maret 2014)
3. Sajak Fahmi Habsyi berjudul ‘Pemimpin Tanpa Kuda’
Politisi muda PDI Perjuangan yang pernah menjadi inisiator relawan Pro Joko Widodo (Jokowi), Fahmi Habsyi, rupanya tertarik untuk merespon sajak di atas. Namun, ia tak emosional. Ia hanya menanggapinya secara dialektika.
Sajak yang dibuat Fahmi menjelaskan tentang model pemimpin yang saat ini dibutuhkan masyarakat ialah pemimpin yang tidak membangun jarak dengan rakyatnya. Makanya, ia memberi judul ‘Pemimpin Tanpa Kuda.’
Masa kompeni telah berlalu lama
Tak ada jarak rakyat dan centeng
Masa perang telah berganti damai
Tak ada jarak prajurit dan panglima
Masa gagah-gagahan telah tak laku
Tak ada jarak manusia dan manusia
Kejantanan telah berubah
Tak ada amarah di punggung kuda
Bung Karno blusuk Cipagalo beralas nestapa
Temukan Marhaen tanpa asa
Pemimpin tak perlu kuda
Rakyat tak suka gaya
Cukup Tuhan Punya Kuasa
(Fahmi Habsyi, Cianjur 30 Maret 2014)