Setara: Aliansi Nasional Anti-Syiah Bisa Picu Aksi Kekerasan

Doddy Rosadi

Jum'at, 18 April 2014 | 18:11 WIB
Setara: Aliansi Nasional Anti-Syiah Bisa Picu Aksi Kekerasan
Ilustrasi.

Suara.com - Rencana puluhan ulama yang akan membentuk Aliansi Nasional Anti-Syiah menjadi bukti bahwa tingkat toleransi di Indonesia sudah semakin hilang. Manajer program SETARA Institute Hilal Safari mengatakan, perbedaan yang terjadi di kelompok masyarakat terkait aliran agama tertentu seharusnya bisa diselesaikan dengan cara memberikan edukasi.

Kata dia, pembentukan Aliansi Nasional Anti-Syiah merupakan langkah yang provokatif dan tidak akan menyelesaikan permasalahan. Dia menengarai, Aliansi ini justru akan memicu tindakan agresif atau aksi kekerasan terhadap kelompok Syiah, seperti yang dialami jemaat Ahmadiyah di sejumlah daerah.

“Seharusnya tokoh ulama itu lebih mengedepankan islah apabila ada masalah perbedaan keyakinan antara umat yang satu dengan yang lain. Kalau Aliansi itu jadi dibentuk maka ini merupakan kemunduran luar biasa. Aliansi ini juga bisa menjadi sebuah legitimasi di kalangan masyarakat untuk melakukan tindakan agresif,” kata Hilal kepada suara.com melalui sambungan telepon, Jumat (18/4/2014).

Menurut Hilal, seharusnya Kementerian Agama turun tangan untuk mengatasi permasalahan perbedaan keyakinan antar umat beragama. Selain itu, sudah dibentuk Badan Koodinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) yang menjadi penengah terkait perbedaan seputar aliran kepercayaan.

Puluhan ulama dari sejumlah ormas akan hadir di Bandung, Jawa Barat, Minggu (20/4/2014) dalam acara deklarasi anti-syiah. Ketua Panitia Deklarasi Aliansi Nasional Anti-Syiah, Tardjono mengatakan, hingga hari ini sudah ada 87 ulama dari Aceh, Madura, Sampang dan daerah lainnya yang sudah memastikan untuk hadir.

Kata dia, ulama itu ada yang berasal dari Muhammadiyah, Nadhalatul Ulama dan juga dari Forum Umat Islam. Nantinya, mereka akan membentuk ormas yaitu Aliansi Nasional Anti-Syiah.

“Tujuan dibentuknya Aliansi Nasional Anti-Syiah ini adalah untuk mengingatkan umat Islam bahwa Syiah adalah aliran yang berbahaya dan sesat. Kenapa saya bilang sesat, karena Syiah tidak mengakui Al Quran. Karena itu, perlu dibentuk sebuah aliansi agar masyarakat tidak terjebak ke dalam aliran itu,” kata Tardjono.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Puluhan Ulama Akan Bentuk Aliansi Nasional Anti-Syiah

Puluhan Ulama Akan Bentuk Aliansi Nasional Anti-Syiah

News | Jum'at, 18 April 2014 | 17:47 WIB

Terkini

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:23 WIB

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:21 WIB

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Jogja | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:16 WIB

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:09 WIB

707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?

707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:06 WIB

Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung

Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Perusahaan Bursa Berjangka Perkuat Harga Referensi Komoditas Domestik

Perusahaan Bursa Berjangka Perkuat Harga Referensi Komoditas Domestik

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:01 WIB

7 Cara Menyiasati Posisi Meja Kerja yang Salah Menurut Feng Shui, Tidak Perlu Dipindah

7 Cara Menyiasati Posisi Meja Kerja yang Salah Menurut Feng Shui, Tidak Perlu Dipindah

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Review Film M3GAN 2.0: Aksi Penuh Gaya dari Boneka Ikonik Generasi Baru!

Review Film M3GAN 2.0: Aksi Penuh Gaya dari Boneka Ikonik Generasi Baru!

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:00 WIB

×