Ada Senioritas di STIP, Kemenhub Evaluasi Kurikulum

Laban Laisila

Senin, 28 April 2014 | 13:32 WIB
Ada Senioritas di STIP, Kemenhub Evaluasi Kurikulum
ketua STIP Kapten Rudiana menjelaskan kronolohi penganiayaan taruna STIP hingga tewas, Jakarta, Senin (28/4/2014).[Suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BSDMP) Santoso Edi Wibowo mengungkapkan akan mengevaluasi kurikulum di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), menyusul kasus penganiyaan yang meyebabkan seorang taruna tewas.

"Saya melihat ini adalah pengulangan 2008 dan terjadi lagi di tahun 2014 dan memang kalau dilihat waktu itu terjadi di dalam kampus dan sekarang terjadi di luar kampus," ujar Kepala BPSDM Santoso Edi Wibowo di kantor BPSDM dijalan Medan Merdeka Timur No. 5 Jakarta Pusat, Senin (28/4/2014).

Santoso mengungkapkan akan melibatkan Dikti Kemendikbud untuk mengevaluasi kurikulum dan peningkatan mutu pendidikan.

Sementara Ketua STIP Kapten Rudiana mengatakan akan menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke Kepolisian.

"Kami tetap serahkan (kasus) ini kepada kepolisian, dan membantu data, kita akan membatu polisi, tapi untuk membantu proses kita tidak akan membantu proses akan kita serahkan sepenunya kepada kepolisian," jelas ketua STIP Kapten Rudiana di kantor BPSDM Perhubungan.

Hingga kini penyidik Polres Metro Jakarta Utara menetapkan tujuh orang tersangka penganiayaan terhadap mahasiswa tingkat pertama STIP Marunda Dimas Dikta Handoko.

Peristiwa penganiayaan berawal saat mahasiswa tingkat dua STIP menyuruh salah satu korban mendatangi tempat kos mereka di Jalan Kebon Baru Blok R, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara pada Senin (21/4/2014) pukul 19.00 WIB.

Para korban yang merupakan mahasiswa tingkat satu tersebut mendatangi tempat kosan kakak angkatannya pada Jumat (25/4/2014) sekitar pukul 21.00 WIB.

Mahasiswa tingkat dua itu menceramahi korban karena alasan tidak respek, kompak sehingga mendapatkan teguran dari mahasiswa tingkat empat.

Tidak hanya menceramahi, mahasiswa tingkat dua itu memukuli tujuh korban pada bagian perut, ulu hati, pipi, serta tendangan pada perut dan kaki.

Salah satu tersangka AG yang merupakan Ketua Tim Mahasiswa Medan memukul Dimas hingga mengerang kesakitan hingga akhirnya tewas pada pukul 00.30 pada Sabtu (26/4/2014).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kronologi Penganiayaan Taruna Versi STIP

Kronologi Penganiayaan Taruna Versi STIP

News | Senin, 28 April 2014 | 13:01 WIB

Polisi Tetapkan Tujuh Tersangka Penganiayaan Mahasiswa STIP

Polisi Tetapkan Tujuh Tersangka Penganiayaan Mahasiswa STIP

News | Minggu, 27 April 2014 | 07:22 WIB

Ebi Zigaz Sering Mengamuk dan Melukai Orang Lain

Ebi Zigaz Sering Mengamuk dan Melukai Orang Lain

Entertainment | Minggu, 20 April 2014 | 17:44 WIB

Kasus Penganiayaan Ebi Zigaz Hanya Settingan?

Kasus Penganiayaan Ebi Zigaz Hanya Settingan?

Entertainment | Minggu, 20 April 2014 | 17:31 WIB

Terkini

Deschamps Akui Prancis dan Inggris Sama-sama Ogah Main, tapi Tetap Serius Bidik Tempat Ketiga

Deschamps Akui Prancis dan Inggris Sama-sama Ogah Main, tapi Tetap Serius Bidik Tempat Ketiga

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:00 WIB

Jika Argentina Juara, Benarkah Dinasti Baru Sepak Bola Dunia Resmi Dimulai?

Jika Argentina Juara, Benarkah Dinasti Baru Sepak Bola Dunia Resmi Dimulai?

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:00 WIB

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:37 WIB

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:30 WIB

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:28 WIB

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:19 WIB

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

×