Ruangan yang Ditemukan di Dalam Gunung Padang Diteliti Lagi

Siswanto

Rabu, 30 April 2014 | 22:31 WIB
Ruangan yang Ditemukan di Dalam Gunung Padang Diteliti Lagi
Ilustrasi: mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Jurusan Arkeologi UGM melakukan eskavasi struktur batu bata di areal candi Mendut (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Suara.com - Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) Situs Gunung Padang akan meneliti ruangan di dalam Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, secara lebih mendalam.

"Kami (arkeolog) akan melihat detail lekukan-lekukan situs Gunung Padang karena bagian permukaan kan sudah. Mungkin ada tangga lagi bisa ditemukan, atau pintu," kata Ketua TTRM Gunung Padang Ali Akbar usai diskusi CIDES Pemugaran Gunung Padang untuk Masa Depan Indonesia di Jakarta, Rabu (30/4/2014).

Dia mengatakan bagian dalam Gunung Padang akan menjadi salah satu fokus penelitian untuk menindaklanjuti hasil data geologi yang belum menjadi data arkeologi saat ini.

"Dari beberapa metode penelitian geologi menunjukkan hasil konsisten, pasti ada sesuatu di dalam sana," ujar dia.

Sementara itu, peneliti pada Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) yang juga bagian dari TTRM Danny Hilman Natawidjaya mengatakan dari sisi geologi masih ada berbagai material di bawah Gunung Padang yang belum secara detail diungkap.

"Seperti dinding di bawah tadi (situs Gunung Padang) yang cukup aneh karena gelombang seismik lewat lambat sekali di sana seperti melewati udara, padahal itu dinding," ujar Danny.

Karena itu, menurut dia, masih terbuka luas untuk ilmu geologi digunakan meneliti Gunung Padang, apalagi pemboran yang dilakukan baru mencapai empat lokasi yang belum menyentuh lokasi utama di atas ruang tersebut.

"Kita selalu memilih lokasi yang tidak ada batunya. Tapi kalau nanti memang tidak ada celah lain terpaksa kita bor di situ, mudah-mudahan masih ada celah lain atau pintu ditemukan agar penelitian intensif bisa dilakukan," ujar dia.

Sejauh ini, para geolog TTRM Gunung Padang belum intensif dan menggunakan teknik Georadar serta Geolistrik 2D.

"Bisa diteliti lebih dalam lagi dengan 3D sehingga akan semakin jelas. Yang sekarang pemboran tidak lebih dari 30 meter, jadi ke depan itu harus diperdalam lagi dengan hasil resolusi lebih tinggi supaya bisa memetakan ruang di dalam sana seperti apa," ujar dia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kunjungi Situs Gunung Padang, SBY Naik KA Pariwisata Pangrango

Kunjungi Situs Gunung Padang, SBY Naik KA Pariwisata Pangrango

News | Selasa, 25 Februari 2014 | 14:12 WIB

Terkini

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:50 WIB

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:46 WIB

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:10 WIB

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:46 WIB

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:38 WIB

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:33 WIB

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:26 WIB

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:32 WIB

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:33 WIB

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:13 WIB