Suara.com - Seorang artis asal Afrika Selatan dinyatakan bersalah oleh sebuah pengadilan di Prancis, Senin (5/5/2014), karena dalam sebuah show dia menampilkan atraksi aneh, mengikat ayam jago pada penisnya. Dia dinilai melakukan "eksibisionisme seksual", meski tidak ada hukuman yang dijatuhkan kepadanya.
Pada September 2013 lalu, di hadapan turis-turis yang memadati Trocadero Plaza, Paris, Steven Cohen menari dengan hanya mengenakan korset, kaus tangan merah panjang, sepatu hak tinggi, dan ikat kepala dari bulu. Seakan kurang nyentrik, dia mengikat seekor ayam jago ke penisnya menggunakan sebuah pita.
Dengan latar belakang menara Eiffel dan di bawah tatapan para wisatawan, dia memeragakan keseniannya sebelum akhirnya ditangkap oleh polisi, bersama dengan ayam yang masih terikat pada kemaluannya.
Menanggapi keputusan pengadilan itu, pengacara Cohen mengaku puas.
"Menurut saya kasus ini seharusnya tidak diajukan ke pengadilan," kata Agnes Tricoire, pengacara Cohen.
Dalam sebuah wawancara dengan harian Le Figaro pada Maret silam, Cohen mengatakan pemerintah Prancis "tidak paham makna kesenian dan seni pertunjukan."
"Jika saya dinyatakan bersalah...Menurut saya itu adalah kegagalan sistem peradilan Prancis," kata Cohen yang tinggal di Prancis selama 10 tahun.
Cohen sendiri menyebut keseniannya sebagai sebuah "intervensi terhadap ruang publik". Pertunjukannya pada September lalu, jelas Cohen, adalah tanggapannya terhadap dunia yang semakin menunjukkan perilaku homofobia, antisemit, dan xenofobia.
"Dengan menunjukkan bagian yang paling intim pada diri saya, saya ingin mengatakan: Inilah saya, saya seorang lelaki, seorang Yahudi, seorang homoseksual, dan berkulit putih," tegas dia.
Sementara soal ayam jago, yang dinamai Franck, Cohen punya teori sendiri. Dia mengatakan ayam itu tidak dilukai dalam pertunjukan itu dan keberadaan ayam itu sendiri penting, karena "ayam jago adalah lambang Prancis." (Reuters)