Kekasih Penumpang MH370 Diteror Akan Dibunuh

Liberty Jemadu | Suara.com

Minggu, 11 Mei 2014 | 16:50 WIB
Kekasih Penumpang MH370 Diteror Akan Dibunuh
Seorang perempuan melintas di samping papan reklame yang bertuliskan " Pray for MH370" di Kuala Lumpur City Center, Jumat (14/3). [Reuters/Samsul Said]

Suara.com - Sejak pesawat Malaysia Airlines MH370 hilang pada 8 Maret silam, kehidupan Sarah Bacj langsung berubah. Perempuan yang kekasihnya menjadi salah satu korban hilangnya pesawat nahas itu kini menghadapi ancaman pembunuhan dan perampokan.

Kepada NBC News Sarah mengakui jika kediamannya di Beijing pernah dua kali dibobol orang tidak dikenal. Tetapi dia maupun polisi federal Amerika Serikat (FBI), belum mengetahui hubungan antara ancaman dan pembobolan itu dengan kekasihnya, Philip Wood, yang hilang bersama MH370.

Yang Sarah tahu dia terus menerima ancaman setelah pesawat itu hilang penuh misteri.

"Berikutnya saya akan datang dan membunuh kamu," bunyi salah satu pesan singkat yang diterima Sarah, dua pekan setelah hilangnya MH370.

Selain itu Sarah juga menerima pesan singkat berisi gambar-gambar porno dan telepon dari nomor-nomor wilayah Cina. Tetapi telepon-telepon teror itu langsung berhenti ketika agen FBI diminta membantu Sarah dan keluarganya.

Sarah mengklaim bahwa ancaman dan teror itu dimulai saat apartemennya di Beijing dibobol untuk pertama kalinya, sekitar dua pekan setelah MH370 hilang.

"Siapa pun itu, dia tidak hati-hati karena saya adalah orang yang sangat rapi. Jika ada benda yang letaknya perpindah saya akan langsung menyadari," kata Sarah.

"Pembantu saya sedang berada di luar kota, jadi pasti bukan dia pelakunya. Saya sendiri tiba di rumah sebelum putera saya pulang," imbuh perempuan itu.

Selain itu password kotak penyimpanan benda berharganya juga berubah dan itu hanya terjadi jika seseorang tiga kali salah memasukkan kata kunci.

"Kediaman saya dibobol untuk kedua kalinya dua pekan kemudian. Tetanga saya melihat dua orang keluar dari apartemen saya," jelas dia.

Adapun pencarian MH370 di Samudera Hindia akan kembali dilanjutkan dalam beberapa hari mendatang. Pencarian itu dihentikan sementara karena kapal laut Australia yang membawa Bluefin-21, kapal selam nirawak AS yang bertugas menyisir dasar laut untuk mencari Mh370, harus berlabuh untuk mengisi bahan bakar dan perlengkapan lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kapal Laut Australia Masih Terus Mencari MH370

Kapal Laut Australia Masih Terus Mencari MH370

News | Sabtu, 10 Mei 2014 | 14:53 WIB

Survei: Satu dari Sepuluh Warga Negara Ini Yakin MH370 Diculik Alien

Survei: Satu dari Sepuluh Warga Negara Ini Yakin MH370 Diculik Alien

News | Rabu, 07 Mei 2014 | 11:05 WIB

Tim Pencari MH370 Kesulitan Dana Untuk Lanjutkan Pencarian

Tim Pencari MH370 Kesulitan Dana Untuk Lanjutkan Pencarian

News | Senin, 05 Mei 2014 | 14:03 WIB

Polisi Malaysia Bantah 11 Militan yang Ditangkap Diinterogasi Soal MH370

Polisi Malaysia Bantah 11 Militan yang Ditangkap Diinterogasi Soal MH370

News | Minggu, 04 Mei 2014 | 13:01 WIB

Kasus MH370, 11 Teroris Ditangkap

Kasus MH370, 11 Teroris Ditangkap

News | Minggu, 04 Mei 2014 | 06:46 WIB

Terkini

Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS

Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS

News | Sabtu, 04 April 2026 | 13:07 WIB

Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil

Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil

News | Sabtu, 04 April 2026 | 12:53 WIB

Tragis! Niat Cari Makan, Karyawan Laundry Tewas Tersambar KRL di Pancoran

Tragis! Niat Cari Makan, Karyawan Laundry Tewas Tersambar KRL di Pancoran

News | Sabtu, 04 April 2026 | 11:42 WIB

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Said Abdullah Desak PBB Seret Israel ke Mahkamah Pidana Internasional

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Said Abdullah Desak PBB Seret Israel ke Mahkamah Pidana Internasional

News | Sabtu, 04 April 2026 | 11:02 WIB

Perkuat Hak Saksi dan Korban, Komisi XIII DPR dan Pemerintah Mulai Bahas RUU PSDK dengan 491 DIM

Perkuat Hak Saksi dan Korban, Komisi XIII DPR dan Pemerintah Mulai Bahas RUU PSDK dengan 491 DIM

News | Sabtu, 04 April 2026 | 10:40 WIB

Halmahera Tengah Membara, Wagub Malut dan Petinggi TNI-Polri Turun Tangan Redam Bentrok Antarwarga

Halmahera Tengah Membara, Wagub Malut dan Petinggi TNI-Polri Turun Tangan Redam Bentrok Antarwarga

News | Sabtu, 04 April 2026 | 08:15 WIB

Tragedi Maut di Proyek TB Simatupang: Niat Menolong Berujung Petaka, 4 Pekerja Tewas

Tragedi Maut di Proyek TB Simatupang: Niat Menolong Berujung Petaka, 4 Pekerja Tewas

News | Sabtu, 04 April 2026 | 07:46 WIB

Plt Ketum PPAD Komaruddin: Purnawirawan TNI AD Harus Jadi Perekat Persatuan, Tak Mudah Terprovokasi

Plt Ketum PPAD Komaruddin: Purnawirawan TNI AD Harus Jadi Perekat Persatuan, Tak Mudah Terprovokasi

News | Sabtu, 04 April 2026 | 07:28 WIB

KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot

KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot

News | Sabtu, 04 April 2026 | 07:11 WIB

BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya

BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya

News | Jum'at, 03 April 2026 | 23:40 WIB