Aburizal Bakrie akan Jadi Musuh Bersama di Golkar

Siswanto Suara.Com
Selasa, 13 Mei 2014 | 06:53 WIB
Aburizal Bakrie akan Jadi Musuh Bersama di Golkar
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (tengah) [Antara/Idhad Zakaria]

Suara.com - Posisi Partai Golongan Karya (Golkar) saat ini diakui sangat sulit dalam konteks untuk menetapkan calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres).

Menurut tokoh senior Partai Golkar Zainal Bintang kepada suara.com, Selasa (13/5/2014), ada sejumlah alasan mengapa posisi partai berlambang pohon beringin ini sulit.

Pertama, sebenarnya Partai Golkar bukannya sengaja berdiam diri. Sebab, meskipun Aburizal Bakrie (ARB) aktif kesana kemari melakukan silaturahmi politik, akan tetapi sampai saat ini Golkar belum berhasil mengajak salah satu cawapres untuk dipasangkan dengan ARB.

“Demikian juga sebaliknya, ARB yang mencoba cawe-cawe ke tempat Prabowo dan berharap bisa dilamar jadi cawapresnya Prabowo Subianto, sami mawon hasilnya, nol besar,” kata Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR). MKGR adalah organisasi sayap Partai Golkar.

Kedua, terkait dengan semakin dekatnya waktu pendaftaran pasangan capres dan cawapres ke lembaga Komisi Pemilihan Umum (KPU), yakni 18-20 Mei 2014, posisi ARB maupun Golkar sangat dilematis. Apapun posisi yang diinginkan ARB harus disetujui dalam forum Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar yang direncanakan diselenggarakan pada 14-15 Mei 2014.

Ketiga, diperkirakan Rapimnas akan berlangsung panas dan tegang karena ARB akan "memaksakan" kehendaknya menjadi capres atau cawapres. Selain karena telah mengeluarkan uang dalam jumlah besar selama periode 2009- 2014, juga karena pendaftaran pasangan capres dan cawapres di KPU hanya sah bila ditandatangani ARB sebagai Ketua Umum Partai Golkar bersama Sekretaris Jenderal.

“Inilah senjata pamungkas ARB dengan ring satunya. Dan hal ini pula yang menjadi pekerjaan rumah besar penentang-penentang ARB yang berhimpun pada sepuluh Ormas Golkar dan yang menyebar di beberapa DPD I dan DPD II Golkar,” kata Zainal.

Keempat, sementara di sisi lain, sejumlah petinggi Golkar melalui sepuluh Ormas Golkar akan mendesak DPD I supaya melengserkan ARB karena gagal membuat Golkar peraih suara terbanyak pada Pileg 2014 yang lalu.

Menurut sumber, DPD II akan dimobilisasi hadir di Rapimnas nanti untuk memperkuat tekanan kepada ARB di Rapimnas

Zainal mengatakan paling tidak ada enam figur di internal Partai Golkar yang akan bertarung maju menjadi cawapres apabila ARB bisa mereka lengserkan. Keenam figur tersebut, yakni Ginanjar Kartasasmita, Akbar Tanjung, Luhut Panjaitan, Agung Laksono, Priyo Budi Santoso, dan Jusuf Kalla.

Pendeknya, kata Zainal, ARB akan menjadi "musuh bersama" enam petinggi Golkar tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI