Jelang Peringatan Tragedi Tiananmen, Cina Tangkapi Aktivis

Laban Laisila | Suara.com

Selasa, 03 Juni 2014 | 20:05 WIB
Jelang Peringatan Tragedi Tiananmen, Cina Tangkapi Aktivis
Lapangan Tiananmen, Beijing. [Shutterstock]

Suara.com - Menjelang peringatan tragedi berdarah 4 Juni di Lapangan Tiananmen, Beijing, 25 tahun lalu, Pemerintah Komunis Cina berkeras menyatakan telah mengambil sikap yang tepat untuk merespon demonstrasi yang berujung pada pembantaian ribuan mahasiswa.

Peringatan tragedi Tiananmen setiap 4 Juni sendiri tidak pernah dilakukan di lokasi pembantaian, melainkan para pelarian politik seperti di Hongkong dan Taiwan.

Sementara di Beijing, pengamanan semakin diperketat dan kontrol internet yang semakin kuat serta pengalihan pencarian mesin pencari Google.

Saking takutnya, pemerintah Cina bahkan menahan sejumlah aktivis sejak beberapa bulan lalu setelah ketahuan hendak menggelar protes dan peringatan tragedi Tiananmen.

“Di Cina yang ada hanya para pelanggar hukum. Tidak ada yang disebut pembangkang,” tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Hong Lei pada sebuah konferensi pers, Selasa (3/6/2014).

Hingga kini pemerintah Cina menolak menyampaikan jumlah total korban saat tragedi pembantaian oleh militer itu meletus di Tiananmen pada 1989 untuk menghalau demonstrasi.

Sejumlah saksi mata dan lembaga ham internasional memperkirakan sekitar 3.000 orang tewas akibat tindakan militer Cina.

Demonstrasi yang awalnya merupakan protes atas ketidakstabilan ekonomi dan koruspi politik waktu itu, berubah menjadi tuntutan agar rezim Komunis Cina yang otoriter lengser.

“Pemerintah Cina telah sejak lama mencapai kesimpulan tentang kekisruhan politk pada akhir 1980-an itu,” ujar Hong.

Kesimpulan yang dimaksud adalah Pemerintah Cina menganggap respon yang diambil justru langkah yang benar.

"Dapat dikatakan bahwa jalan menuju sosialisme dengan karakteristik Cina yang kita lakukan hari ini, sejalan dengan kondisi nasional Cina dan kepentingan mendasar dari sebagian besar orang Cina, yang merupakan aspirasi dari seluruh rakyat Cina,” seru Hong. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Kasus Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini

Kasus Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 08:25 WIB

Waspada Siasat Maling! Polresta Tangerang Bongkar Modus Teror 'Pocong' untuk Takuti Warga

Waspada Siasat Maling! Polresta Tangerang Bongkar Modus Teror 'Pocong' untuk Takuti Warga

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:59 WIB

Update! 9 WNI Diculik Tentara Israel di Kapal Global Sumud Flotilla

Update! 9 WNI Diculik Tentara Israel di Kapal Global Sumud Flotilla

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:32 WIB

Kejagung Lelang Koleksi Harvey Moeis: Tas Mewah Hari Ini, Mobil dan Apartemen Menyusul

Kejagung Lelang Koleksi Harvey Moeis: Tas Mewah Hari Ini, Mobil dan Apartemen Menyusul

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:31 WIB

Duduk Perkara Kasus Chromebook: Kenapa Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara?

Duduk Perkara Kasus Chromebook: Kenapa Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara?

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:00 WIB

Menolak Lupa! 28 Tahun Reformasi, Aliansi Perempuan: Jangan Jadikan Tubuh Kami Sasaran Kekerasan

Menolak Lupa! 28 Tahun Reformasi, Aliansi Perempuan: Jangan Jadikan Tubuh Kami Sasaran Kekerasan

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:00 WIB

Suara Lantang di Depan Kantor Komnas HAM: Perempuan RI Menolak Lupa pada Luka Sejarah Kelam Bangsa

Suara Lantang di Depan Kantor Komnas HAM: Perempuan RI Menolak Lupa pada Luka Sejarah Kelam Bangsa

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 05:45 WIB

Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua

Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 22:05 WIB

Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza

Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:55 WIB

APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi

APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:51 WIB