Pemkot Batam Diminta Antisipasi Eksodus PSK Dolly

Achmad Sakirin | Suara.com

Rabu, 18 Juni 2014 | 14:34 WIB
Pemkot Batam Diminta Antisipasi Eksodus PSK Dolly
Warga membubuhkan tanda tangan, menolak penutupan Dolly di Surabaya, Jawa Timur.[Antara/Suryanto]

Suara.com - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, diminta mengantisipasi eksodus pekerja seks komersial (PSK) dan mucikari pascapenutupan lokalisasi Dolly, Surabaya, Jawa Timur. Hal itu dikatakan Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Kepulauan Riau, Riki Syolihin.

"Berdasarkan informasi dari Dinas Sosial Surabaya yang diperoleh dari para mucikari, Batam akan menjadi kota tujuan eks penghuni Dolly. Selain Batam, tujuan lain adalah Bali dan Jakarta," kata Riki di Batam, Rabu (18/6/2014).

Pentingnya langkah antisipatif dilakukan Pemkot Batam itu, disampaikan Kepala Dinas Sosial Surabaya saat menerima kunjungan sejumlah anggota Komisi IV DPRD Kota Batam.

"Pemerintah Kota Batam harus mengantisipasi seperti yang sudah dilakukan Bali. Di Bali sudah dilakukan razia agar mantan penghuni Dolly tidak masuk ke provinsi tersebut," kata dia.

Riki mengatakan, jika mantan penghuni Gang Dolly masuk ke Batam menunjukkan komitmen pemerintah memberantas kemaksiatan sangat rendah.

Saat ini Batam juga meruapakan salah satu kota yang terdapat sejumlah lokalisai baik yang terang-terangan atupun berkedok tempat usaha lainnya.

"Kami melihat komitmen pemerintah masih sangat rendah dan cenderung melakukan pembiaran terhadap menjamurnya tempat-tempat maksiat seperti tempat pijit plus dan banyaknya peredaran minuman beralkohol," kata Riki.

Dengan kondisi yang ada saat ini, kata dia, sudah terjadi degradasi moral yang luar biasa di Batam apalagi jika ditambah masuknya eks penghuni lokalisasi Dolly.

Riki juga mengatakan, ancaman penyakit berbahaya seperti HIV/AIDS juga akan meningkat jika eks Dolly eksodus ke Batam. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ratusan Warga Lokalisasi Dolly Bersitegang dengan Polisi

Ratusan Warga Lokalisasi Dolly Bersitegang dengan Polisi

News | Rabu, 18 Juni 2014 | 13:47 WIB

Laskar Pembela Islam Kirim 50 Anggota Bantu Penutupan Dolly

Laskar Pembela Islam Kirim 50 Anggota Bantu Penutupan Dolly

News | Rabu, 18 Juni 2014 | 13:04 WIB

Sehari Sebelum Ditutup, Warga  Dolly Datangi DPRD Surabaya

Sehari Sebelum Ditutup, Warga Dolly Datangi DPRD Surabaya

News | Selasa, 17 Juni 2014 | 19:06 WIB

Penutupan Dolly, Satpol PP Bangkalan Kirim Personel

Penutupan Dolly, Satpol PP Bangkalan Kirim Personel

News | Selasa, 17 Juni 2014 | 17:20 WIB

Kemensos Beri Rp5 Juta Lebih Bagi Eks PSK Dolly

Kemensos Beri Rp5 Juta Lebih Bagi Eks PSK Dolly

News | Selasa, 17 Juni 2014 | 16:30 WIB

Terkini

Geger WNA Jepang Ngaku Ditawari Prostitusi Anak 'Perawan' di Lokasari Jakarta Barat

Geger WNA Jepang Ngaku Ditawari Prostitusi Anak 'Perawan' di Lokasari Jakarta Barat

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:06 WIB

Prancis Larang Menteri Israel Masuk Negaranya usai Video Aktivis Flotilla Gaza Viral

Prancis Larang Menteri Israel Masuk Negaranya usai Video Aktivis Flotilla Gaza Viral

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 13:22 WIB

Setop Pembangunan Top-Down! Saatnya Suara Perempuan Akar Rumput Masuk Kebijakan Nasional

Setop Pembangunan Top-Down! Saatnya Suara Perempuan Akar Rumput Masuk Kebijakan Nasional

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 13:03 WIB

Ditodong Pistol dan Dipaksa Lepas Hijab Hercules, Kuasa Hukum Anak Ahmad Bahar: Ini Mengerikan!

Ditodong Pistol dan Dipaksa Lepas Hijab Hercules, Kuasa Hukum Anak Ahmad Bahar: Ini Mengerikan!

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:46 WIB

Identitas Pelaku Penembakan di Gedung Putih, Pernah Mengaku Anak Tuhan

Identitas Pelaku Penembakan di Gedung Putih, Pernah Mengaku Anak Tuhan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:07 WIB

Catat! Ini 10 Negara yang Berisiko Terkena Wabah Ebola Setelah Lonjakan Kasus di Kongo

Catat! Ini 10 Negara yang Berisiko Terkena Wabah Ebola Setelah Lonjakan Kasus di Kongo

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:59 WIB

Amerika Ingin Damai tapi Trump Konsisten Ledek Iran: Cuitannya Bikin Heran

Amerika Ingin Damai tapi Trump Konsisten Ledek Iran: Cuitannya Bikin Heran

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:40 WIB

Antisipasi El Nino, BMKG Pasang Alat Pancing Hujan di Sejumlah Gedung Tinggi Jakarta

Antisipasi El Nino, BMKG Pasang Alat Pancing Hujan di Sejumlah Gedung Tinggi Jakarta

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:00 WIB

Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun

Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:26 WIB

Tak Ada Ampun! UPN Yogyakarta Sanksi 5 Dosen Terbukti Pelecehan, Satu Orang Terancam Pecat

Tak Ada Ampun! UPN Yogyakarta Sanksi 5 Dosen Terbukti Pelecehan, Satu Orang Terancam Pecat

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:10 WIB