Debat Capres, Hendropriyono: Topik Seperti itu Tak Perlu Jadi Militer Dulu

Achmad Sakirin | Suara.com

Minggu, 22 Juni 2014 | 17:50 WIB
Debat Capres, Hendropriyono: Topik Seperti itu Tak Perlu Jadi Militer Dulu
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara AM Hendropriyono (kiri) [Antara/Yudhi Mahatma]

Suara.com - Penasehat Tim Pemenangan Capres dan Cawapres Joko Widodo - Jusuf Kalla (Jokowi-JK), Hendropriyono, menegaskan tidak diperlukan seseorang yang berlatar belakang militer untuk bisa berdebat soal politik luar negeri dan ketahanan nasional.

"Pemenang debat capres malam ini yang bertema politik luar negeri dan ketahanan nasional adalah yang bisa memimpin 250 juta rakyat Indonesia dan bukan yang hanya bisa memimpin regu tentara. Pak Jokowi itu sipil tapi militan. Kan kalau topik begitu tak perlu jadi militer dulu," kata Hendropriyono, di Jakarta, Minggu (22/6/2014).

Hendropriyono menambahkan, Jokowi sudah menguasai masalah yang menyangkut ketahanan nasional dan hubungan internasional. Menurutnya, Jokowi juga sudah menyiapkan visi misinya yang merupakan kontrol untuk administrasi pemerintahan yang akan datang.

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ini menilai latar belakang Prabowo Subianto yang pernah menjadi prajurit ABRI (TNI) takkan berpengaruh besar.

"Militer itu tak ada hubungannya. Ini kan bukan untuk memimpin militer saja, tetapi akan memimpin 250 juta rakyat Indonesia," katanya.

Hendropriyono juga menegaskan, dirinya sama sekali tak dilibatkan dalam penyusunan materi visi misi Jokowi dalam topik debat itu karena semuanya disiapkan sendiri oleh Jokowi bersama cawapresnya Jusuf Kalla.

Oleh karena itu, dirinya meyakini Jokowi akan kembali menguasai debat, yang terbukti selama ini Jokowi selalu lebih menonjol.

"Dia (Jokowi) selalu menang," imbuhnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengamat: Ideologi Ekonomi Kedua Pasangan Capres Dipertanyakan

Pengamat: Ideologi Ekonomi Kedua Pasangan Capres Dipertanyakan

Bisnis | Minggu, 22 Juni 2014 | 17:39 WIB

Debat Capres, Pengamat: Bahasa Inggris Bisa Diuji Spontan

Debat Capres, Pengamat: Bahasa Inggris Bisa Diuji Spontan

News | Minggu, 22 Juni 2014 | 16:55 WIB

Tim Sukses: Pengembangan Esemka Masuk Visi Misi Jokowi-JK

Tim Sukses: Pengembangan Esemka Masuk Visi Misi Jokowi-JK

News | Minggu, 22 Juni 2014 | 16:37 WIB

Disinggung Jadi Ibu Negara, Titiek Tersenyum

Disinggung Jadi Ibu Negara, Titiek Tersenyum

News | Minggu, 22 Juni 2014 | 16:07 WIB

Terkini

JK Klarifikasi Pernyataan Soal Poso-Ambon: Saya Bicara Realita Sosiologis, Bukan Dogma Agama

JK Klarifikasi Pernyataan Soal Poso-Ambon: Saya Bicara Realita Sosiologis, Bukan Dogma Agama

News | Sabtu, 18 April 2026 | 18:40 WIB

10 Fakta Ilmuwan Nuklir AS yang Tewas Misterius: Raib saat Mendaki hingga Konspirasi UFO

10 Fakta Ilmuwan Nuklir AS yang Tewas Misterius: Raib saat Mendaki hingga Konspirasi UFO

News | Sabtu, 18 April 2026 | 18:08 WIB

Menggugat Algoritma, Prof Harris Arthur: Hukum Harus Lampaui Dogmatisme Klasik

Menggugat Algoritma, Prof Harris Arthur: Hukum Harus Lampaui Dogmatisme Klasik

News | Sabtu, 18 April 2026 | 18:07 WIB

Dipolisikan karena Tuduhan Penistaan Agama, JK: Ceramah di UGM Adalah Tentang Perdamaian

Dipolisikan karena Tuduhan Penistaan Agama, JK: Ceramah di UGM Adalah Tentang Perdamaian

News | Sabtu, 18 April 2026 | 18:06 WIB

Tepis Tudingan Penistaan Agama, JK Putar Video Konflik Poso dan Maluku: Itu Sejarah Kekejaman

Tepis Tudingan Penistaan Agama, JK Putar Video Konflik Poso dan Maluku: Itu Sejarah Kekejaman

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:52 WIB

Kontraktor Nuklir AS Hilang Tanpa Jejak, Publik Tuding Negara Pelakunya

Kontraktor Nuklir AS Hilang Tanpa Jejak, Publik Tuding Negara Pelakunya

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:38 WIB

Konsisten Bela Palestina lewat Parlemen, Jazuli Juwaini Diganjar KWP Award 2026

Konsisten Bela Palestina lewat Parlemen, Jazuli Juwaini Diganjar KWP Award 2026

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:24 WIB

Misteri Tewasnya 11 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini

Misteri Tewasnya 11 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:16 WIB

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Kemlu: Semua Pihak Harus Menahan Diri

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Kemlu: Semua Pihak Harus Menahan Diri

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:12 WIB

Menteri HAM Cium Aroma Skenario Pojokkan Pemerintah di Balik Laporan Polisi Terhadap Feri Amsari Cs

Menteri HAM Cium Aroma Skenario Pojokkan Pemerintah di Balik Laporan Polisi Terhadap Feri Amsari Cs

News | Sabtu, 18 April 2026 | 16:56 WIB