Debat Capres, Pengamat: Bahasa Inggris Bisa Diuji Spontan

Achmad Sakirin

Minggu, 22 Juni 2014 | 16:55 WIB
Debat Capres, Pengamat: Bahasa Inggris Bisa Diuji Spontan
Debat capres tahap 2 di Hotel Gran Melia, Jakarta, Minggu (15/6). [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Analis politik Universitas Diponegoro Semarang Budi Setiyono menilai pengujian kemampuan bahasa asing calon presiden dan wakil presiden perlu diberikan secara spontan.

"Rakyat pasti ingin tahu bagaimana kemampuan bahasa Inggris maupun bahasa asing lain dari calon pemimpinnya. Dalam debat sebenarnya bisa diakomodasi pengujian kemampuan itu," katanya di Semarang, Minggu (22/6/2014).

Menurut dia, materi debat capres memang tidak perlu menggunakan bahasa Inggris secara keseluruhan sebab sebagian besar masyarakat yang menonton malah tidak mengerti materi apa yang disampaikan.

Kemampuan bahasa Inggris atau bahasa asing, kata penasihat politik pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi itu, cukup diujikan dalam separuh sesi debat atau setidaknya dalam salah satu sesi debat.

"Kalau bisa, tidak usah diatur secara formal atau dijadwalkan. Namun, sifatnya spontan. Moderator bisa melakukan gebrakan untuk menguji kemampuan bahasa asing masing-masing kandidat capres," katanya.

Ia mengatakan bahwa pengujian kemampuan bahasa asing bisa dilakukan saat penyampaian kata penutup menjelang penutupan debat dan moderator langsung saja mempersilakan kandidat menyampaikan dengan bahasa asing.

"Akan tetapi, sifatnya opsional. Kalau ada yang tidak mau menggunakan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya, ya, dipersilakan menggunakan bahasa Indonesia. Rakyat sendiri yang menilai," katanya.

Budi mengungkapkan bahwa sifat pengujian kemampuan bahasa asing yang spontan dimaksudkan untuk menghindari masing-masing kandidat mempersiapkan teks bahasa Inggris atau asing sebelum pelaksanaan debat.

"Ya, spontan saja. Moderator bisa memanfaatkan salah satu sesi. Kalau seluruh sesi pakai bahasa asing apa, ya, penontonnya 'mudeng'? Bagi masyarakat, cukup tahu kemampuan bahasa asing calon pemimpinnya," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hashim Djojohadikusumo: Jokowi Tetap Gubernur, Kalian Doain Yak

Hashim Djojohadikusumo: Jokowi Tetap Gubernur, Kalian Doain Yak

News | Minggu, 22 Juni 2014 | 16:26 WIB

Disinggung Jadi Ibu Negara, Titiek Tersenyum

Disinggung Jadi Ibu Negara, Titiek Tersenyum

News | Minggu, 22 Juni 2014 | 16:07 WIB

Prabowo Curhat Pernah Miskin Waktu Muda

Prabowo Curhat Pernah Miskin Waktu Muda

News | Minggu, 22 Juni 2014 | 15:38 WIB

 Jokowi-JK Bakal Perkuat TNI, Polri dan PNS

Jokowi-JK Bakal Perkuat TNI, Polri dan PNS

News | Minggu, 22 Juni 2014 | 15:35 WIB

Terkini

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:39 WIB

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:34 WIB

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:24 WIB

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:21 WIB

×