Dipolisikan karena Tuduhan Penistaan Agama, JK: Ceramah di UGM Adalah Tentang Perdamaian

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Sabtu, 18 April 2026 | 18:06 WIB
Dipolisikan karena Tuduhan Penistaan Agama, JK: Ceramah di UGM Adalah Tentang Perdamaian
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), memberikan penjelasan mendalam terkait materi ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berujung pada pelaporan dirinya ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • JK dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait ceramah mengenai sejarah konflik keagamaan di UGM pada Maret 2026.
  • Klarifikasi JK menegaskan penggunaan istilah agama bertujuan menjelaskan psikologi massa guna mencegah konflik politik di masa depan.
  • JK membantah penistaan agama dengan menyoroti kontribusi nyata dirinya dalam mendamaikan konflik di wilayah Ambon dan Poso.

Suara.com - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), memberikan penjelasan mendalam terkait materi ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berujung pada pelaporan dirinya ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama.

Ia menegaskan, bahwa esensi dari ceramah tersebut adalah edukasi mengenai sejarah konflik dan pentingnya menjaga perdamaian.

JK menjelaskan, bahwa kehadirannya di UGM adalah atas undangan resmi untuk memberikan ceramah di masjid pada bulan Ramadan dengan tema langkah-langkah menuju perdamaian.

"Saya jelaskan tentang apa itu perdamaian. Perdamaian itu adalah akhir daripada konflik. Saya uraikan bagaimana 15 konflik di Indonesia terjadi; ada karena ideologi seperti Madiun, wilayah seperti Timor Timur, hingga ekonomi seperti di Aceh," ujar JK dalam konferensi persnya di Kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/3/2026).

"Kemudian satu-dua menit, saya bicarakan konflik karena agama, yaitu Ambon dan Poso," katanya menambahkan.

Menanggapi tudingan penistaan agama, JK justru mempertanyakan dasar laporan tersebut.

Ia mengingatkan kembali peran serta risiko nyawa yang ia ambil saat terjun langsung memadamkan konflik di Poso dan Ambon kala itu, di saat situasi sangat genting dan sulit dikendalikan.

"Saya damaikan ini, apa saya menista agama? Saya pertaruhkan jiwa saya masuk ke daerah itu. Tidak ada Menteri, Presiden Gus Dur, maupun Ibu Megawati yang bisa (masuk) saat itu. Jenderal-jenderal datang tidak bisa mendamaikan. Saya datang tanpa pengawal masuk ke daerah itu," tegasnya.

JK juga mengklarifikasi penggunaan istilah keagamaan yang dipersoalkan.

baca juga
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), memberikan klarifikasi resmi terkait laporan polisi terhadap dirinya atas dugaan pelecehan agama buntut ceramahnya di UGM beberapa waktu lalu. (Suara.com/Bagaskara)
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), memberikan klarifikasi resmi terkait laporan polisi terhadap dirinya atas dugaan pelecehan agama buntut ceramahnya di UGM beberapa waktu lalu. (Suara.com/Bagaskara)

Ia menjelaskan bahwa dalam situasi konflik masa lalu, kedua belah pihak yang bertikai sama-sama merasa sedang berjuang demi keyakinan mereka.

"Karena dia pikir ini perang agama. Siapa yang meninggal akan syahid untuk Islam, Kristen menamainya martir. Karena saya di masjid, saya pakai kata syahid supaya jemaah tahu. Tapi intinya sama, mati karena membela agama. Jadi hanya istilah saja," ungkapnya.

Ia menekankan, bahwa penggunaan istilah tersebut bertujuan untuk menjelaskan psikologi massa saat konflik terjadi, agar para calon pemimpin bangsa tidak mengulangi kesalahan yang sama.

JK menekankan bahwa tujuannya memaparkan sejarah kelam tersebut adalah sebagai peringatan keras bagi generasi muda dan calon pemimpin agar tidak menggunakan sentimen agama untuk kepentingan politik yang memicu konflik.

"Jangan sekali-kali agama dipakai untuk berkonflik! Anda calon-calon pemimpin harus adil dan tidak boleh memakai unsur agama dalam politik. Akibatnya (konflik Poso-Ambon) 7.000 orang meninggal dalam tiga tahun. Bayangkan, di Aceh 30 tahun 15.000 jiwa, artinya tiap tahun 500. Ini (Poso-Ambon) tiap tahun 2.500 orang meninggal," paparnya.

Lebih lanjut, dalam klarifikasinya tersebut ia menegaskan bahwa keputusannya mengambil alih penanganan konflik saat menjabat sebagai Menko Kesra adalah murni demi kemanusiaan.

"Saya ambil alih kasus ini, saya korbankan jiwa saya. Bagaimana kalau saya diparangi? Tapi insyaallah, kita berdoa demi kedamaian," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tepis Tudingan Penistaan Agama, JK Putar Video Konflik Poso dan Maluku: Itu Sejarah Kekejaman

Tepis Tudingan Penistaan Agama, JK Putar Video Konflik Poso dan Maluku: Itu Sejarah Kekejaman

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:52 WIB

Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias

Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:15 WIB

Nyatakan Netral, PSI Siap Mediasi Sahat-JK

Nyatakan Netral, PSI Siap Mediasi Sahat-JK

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:12 WIB

Ustaz Abdul Somad Unggah Foto Bareng Jusuf Kalla, Singgung Soal 'Makar'

Ustaz Abdul Somad Unggah Foto Bareng Jusuf Kalla, Singgung Soal 'Makar'

Entertainment | Rabu, 15 April 2026 | 17:50 WIB

Polemik Ijazah Jokowi Kembali Ramai usai Nama JK Disebut, Pengamat Soroti Perang Narasi

Polemik Ijazah Jokowi Kembali Ramai usai Nama JK Disebut, Pengamat Soroti Perang Narasi

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:21 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×